Apa salah tiktok?

::Apa Salah Tiktok?::

Sudah bukan rahasia, sebuah aplikasi asal Tiongkok yang kini merajai jagad dunia jaringan internet, yaitu Tiktok.

Kehadirannya sempat mendapat kecaman banyak pihak di Indonesia terutama. Negara dengan penduduk mayoritas muslim sempat melayangkan kritik kepada pemerintah untuk menutup akses Tiktok. Protes itupun akhirnya membuat Kemenkominfo memblokir akses Tiktok selama 1 Minggu. Hal itu tak serta-merta dilakukan tanpa alasan.

Setelah melakukan pemantauan selama 1 bulan, ditemukan banyak konten negatif untuk anak-anak, dan banyaknya keluhan yang masuk sebagai kritik atas Tiktok hingga dua ribu lebih aduan.

Namun pemblokiran itu hanya berlangsung selama 1 Minggu saja. Tiktok melakukan negosiasi kepada pemerintah, dengan menghapus konten negatif, membuka kantor penghubung pemerintah, dan menerapkan batasan usia serta mekanisme keamanan.

Lantas apa sih Tiktok itu?

Dalam Wikipedia, Tiktok, juga dikenal sebagai Douyin (Hanzi: 抖音短视频; Pinyin: Dǒuyīn duǎnshìpín; artinya “video pendek vibrato”), adalah sebuah jaringan sosial dan platform video musik asal Tiongkok yang dluncurkan pada September 2016, oleh Zhang Yiming, pendiri Toutiao. Aplikasi tersebut membolehkan para pemakai untuk membuat video musik pendek mereka sendiri.

Tiktok kembali booming saat pandemi covid mewabah. Pelajar yang diliburkan, pegawai yang dirumahkan, dan semua tugas dilakukan via daring. Akhirnya orang-orang menemukan oase hiburan, yaitu Tiktok.

Salahkah Tiktok?
Tergantung bagaimana anda melihatnya. Sebagian orang tak suka aplikasi Tiktok, isinya hanya orang bergoyang mengikuti irama musik. Dan tayangan-tayangan singkat yang tidak manfaat. Tetapi banyak juga yang terhibur lewat Tiktok. Entah dari isi kontennya, yang berupa demo masak singkat, ceramah dari ustadz, atau lawakan segar.

Pandangan positif dan negatif akan selalu ada. Saya pribadi tidak ingin fanatik berlebihan menyikapi adanya Tiktok. Dinikmati saja sebagai sebuah tontonan yang menghibur, tanpa mencela. Jika suka silakan gunakan untuk hal positif menghibur, jika tak suka tak perlu menghujat.

Bagaimana dengan anak-anak muda yang suka sekali Tiktok, meski hanya melihat-lihat bukan sebagai pengguna akun?
Sebagai orangtua dari anak-anak masa kini, kita berikan mereka kepercayaan, silakan gunakan Tiktok, tapi tetap dalam pantauan. Beritahu batasan-batasan melihat konten yang ada di Tiktok. Semoga keluarga kita terhindar dari hal yang dikhawatirkan.

So, gak usah nyalahin Tiktoknya, tapi salahkan pengguna jika kebablasan. Sebab semua media sosial bisa berdampak negatif dan positif.

Wallahu a’lam

rumahmediagroup//afaf.aulia18

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.