Tik Tok Dilarang; Ada Apa Nih?


Tik Tok Dilarang; Ada Apa Nih?

Endah Sulistiowati
Dir. Muslimah Voice

Tik Tok menjadi sangat fenomenal dua tahun terakhir. Penggunanya mulai dari balita sampai lansia. Lah, kok tiba-tiba mau dilarang sama Presiden Trump, ada apa ini?

TikTok, juga dikenal sebagai Douyin (Hanzi: 抖音短视频; Pinyin: Dǒuyīn duǎnshìpín; artinya “video pendek vibrato”), adalah sebuah jaringan sosial dan platform video musik Tiongkok yang dluncurkan pada September 2016 oleh Zhang Yiming, pendiri Toutiao. Aplikasi tersebut membolehkan para pemakai untuk membuat video musik pendek mereka sendiri. (Wikipedia)

Pada 3 Juli 2018, TikTok mulai diblokir di Indonesia. Kemenkominfo saat itu telah melakukan pemantauan mengenai aplikasi ini selama sebulan dan mendapati akan banyak sekali masuknya laporan yang mengeluh tentang aplikasi ini. Terhitung sampai 3 Juli tersebut, laporan yang masuk mencapai 2.853 laporan. Menurut menteri Rudiantara, banyak sekali konten negatif terutama sekali untuk anak-anak. Untuk pemblokiran aplikasi ini, sudah dikoordinasikan dengan Kemen PPA sampai pemutusan untuk pemblokiran. Tak hanya itu, KPAI juga telah dimintai keterangan.Aplikasi ini dilepas pemblokirannya minggu kemudian setelah TikTok bernegosiasi, membuat berbagai perubahan, termasuk menghapus konten negatif, membuka kantor penghubung pemerintah, dan menerapkan batasan usia serta mekanisme keamanan.

Wow, dan ternyata Tik Tok ini dinyatakan bersalah (cie) tidak hanya di Indonesia. Amerika negara kampium demokrasi yang cenderung menerima kebebasan, melalu Presiden Trum justru pernah akan mencekal aplikasi Tik Tok juga. Widiiih, makin penasaran kan! Ini murni karena Tik Tok aplikasinya berkonten negatif, atau persaingan bisnis?

/Politikisasi Tik Tok/

Meskipun tuduhan itu tidak jelas, India dan AS khawatir TikTok mengumpulkan data sensitif dari pengguna yang dapat digunakan oleh pemerintah China untuk memata-matai. Setiap perusahaan besar China dituding memiliki “sel” internal yang bertanggung jawab kepada Partai Komunis Tiongkok yang berkuasa, dengan banyak agennya yang bertugas mengumpulkan rahasia. Namun, seperti raksasa telekomunikasi China Huawei, bos TikTok telah berulang kali mengatakan bahwa jika itu terjadi, “kami pasti akan menolak setiap permintaan data”.

India awalnya melarang TikTok pada April 2019, setelah pengadilan memerintahkan pencabutannya dari layanan pengunduh aplikasi, menyusul adanya klaim bahwa aplikasi itu digunakan untuk menyebarkan pornografi. Keputusan itu dibatalkan saat naik banding.

India kemudian melarang TikTok lagi, bersama dengan puluhan aplikasi milik China lainnya pada Juni 2020. Saat itu pemerintah India mengatakan telah menerima keluhan bahwa aplikasi itu “mencuri dan secara diam-diam mengirimkan data pengguna”.

Pemerintah AS mulai meninjau platform itu secara nasional pada akhir 2019, setelah anggota parlemen dari Demokrat dan Republik mengatakan ada risiko dari aplikasi itu. Baru-baru ini, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengklaim TikTok adalah satu dari sejumlah aplikasi China “yang menyerahkan langsung data ke Partai Komunis China”.

Kantor Komisi Informasi Inggris dan badan intelijen Australia saat ini sedang menyelidiki aplikasi tersebut tetapi belum mengungkapkan apa yang mereka selidiki.

Tentu saja patut dicatat bahwa ada ketegangan dengan negara-negara ini. AS berselisih dengan China terkait urusan perdagangan, sudah menjadi rahasia umum bahwa AS dan China adalah rival berat. Perang dagang menjadi konflik yang sering memanas diantara, ke dua belah pihak.

India pun demikian. Pasukan India dan China terlibat dalam bentrokan perbatasan, dan Inggris menentang undang-undang keamanan baru di Hong Kong. Secara regional India dan China adalah negara-negara dengan jumlah penduduk yang besar. Dengan tanggungan mereka mencukupi perekonomian masing-masing, maka berusaha menjadi negara berpengaruh secara region adalah keniscayaan bagi mereka.

/Bijak Bersosmed/

Bijak bersosmed adalah solusi yang utama. Karena kita tidak pernah tahu apa yang terekam pada setiap aktivitas kita di akun-akun sosmed tersebut. Serta tentunya kita tinggalkan hal-hal yang unfaedah.

EndahSulis1234

enliseksis0@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.