Memahami Makna Merdeka

Memahami Makna Merdeka

Endah Sulistiowati
Dir. Muslimah Voice

Tahun ini Indonesia genap berusia 3/4 abad. Usia 75 tahun adalah usia yang cukup matang bagi sebuah bangsa. Dimana idealnya kemakmuran telah terwujud nyata, bukan hanya angka-angka diatas kertas saja.

Berangkat dari bentuk kepedulian stagnanisasi perlembangan Indonesia penulis mengajak untuk menelusuri makna kemerdekaan. Makna merdeka dilihat dari KBBI ditemukan frasa

merdeka/mer·de·ka/ /merdéka/ ada 3 makna

1) bebas (dari perhambaan, penjajahan, dan sebagainya); berdiri sendiri: sejak proklamasi tanggal 17 Agustus 1945 itu, bangsa kita sudah –;

2) tidak terkena atau lepas dari tuntutan: — dari tuntutan penjara seumur hidup;

3) tidak terikat, tidak bergantung kepada orang atau pihak tertentu.

Kemerdekaan dalam bahasa Arab disebut al-istiqla, ditafsirkan sebagai “al-Taharrur wa al—Khalash min ayy Qaydin wa Syatharah Ajnabiyyah” (bebas dan lepas dari segala bentuk ikatan dan penguasaan pihak lain).

Dari makna kemerdekaan diatas maka kalau melihat Indonesia saat ini, secara de facto kita merdeka, tapi secara de jure kita belum merdeka. Penjajahan gaya baru (neo imperialisme) menjadi dominan di negara-negara berkembang seperti Indonesia.

Hal ini penulis sampaikan bukan berarti penulis tidak menghargai jasa para pahlawan, tapi faktalah yang berbicara demikian. Tingginya angka kemiskinan, pengangguran, dan rendahnya tingkat pendidikan masih saja menghantui Indonesia di usianya yang ke 75 tahun.

Indonesia masih sangat tergantung dengan bangsa lain. Indonesia dalam seluruh aspek kehidupan belum mampu berdikari. Kapitalisme Timur yang diwakili oleh Cina, dan Kapitalisme Barat yang diwakili oleh AS, masih mencengkeram kuat Indonesia dari semua sisi.

Sehingga kalau Indonesia ingin merdeka secara hakiki, maka ada beberapa hal yang harus dilakukan :

1) Indonesia harus berani melepaskan diri dari cengkeraman kapitalisme tersebut. Mengambil alih semua aset yang berada ditangan asing. Mengelolanya sendiri, dan digunakan sebesar-besarnya untuk kepentingan rakyat. Sebagaimana yang termaktub dalam UUD 1945 pasal 33.

2) Menggerakkan seluruh elemen bangsa untuk satu kata, satu rasa, dan satu pemikiran. Bahu-membahu membangun negeri ini. Sebagamaina saat Kyai Hasyim Asy’ari mengumandangkan resolusi jihad. Sehingga semua masyarakat bisa bergerak satu komando.

3) Menanamkan aqidah dan mabda yang jelas yang sesuai fitrah manusia yaitu Islam. Sehingga ketika ditimpa segala masalah akan dikembalikan pada dasarnya, yaitu bagaimana Islam memberikan solusi atas semua masalah yang ada.

Dengan melaksanakan 3 poin diatas harapannya kemerdekaan hakiki, secara defacto maupun de jure bisa diraih, dan kemakmuran bisa merata untuk seluruh rakyat Indonesia. Wallahu’alam.

enliseksus0@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.