Serba-serbi Tik Tok

Serba-serbi Tik Tok

Jagad maya diramaikan dengan tik tok, ya aplikasi dari negara tirai bambu ini mampu menyita banyak perhatian sehinga penggunanya terus bertambah, mulai dari anak-anak hingga orang tua.

Inilah dampak dari terbukanya keran kebebasan di era globalisasi ini. Semuanya begitu mudah masuk ke dalam bilik-bilik rumah, baik disadari atau tidak. Kerugian terbesar adalah ditanggung oleh mereka yang belum siap dengan kehadiran segala perangkat canggih teknologi tersebut, sehingga terjadilah penyalahgunaan.

Peran pemerintah sangat signifikan sebagai penentu kebijkan dalam suatu negara untuk mengambil peran, bahkan ini merupakan kewajiban demi kebaikan warga negaranya. Pemerintah memiliki andil amat besar dalam memoles wajah suatu negeri, bagaimana rupanya, pemerintah kuncinya.

Apapun aplikasi yang tersedia di smartphone, terlebih tik tok, mana kala yang tampak kerusakannya lebih besar dari pada manfaatnya, maka hendaknya pemerintah jangan segan-segan untuk mengambil tindakan tegas demi keselamatan generasi penerus bangsa khususnya. Tidak bisa serta merta berdalih dikembalikan kepada penggunanya, toh sesuau itu terjadi bukan semata karena ada niat pelakunya, tapi karena adanya kesempatan (ketersediaan), begitu kata Bang Napi, he…, termasuk ketersediaan sarana prasarana.

Negara punya tanggug jawab penuh dalam membatasi akses negara asing di dalam negeri. Apapun aplikasinya, sekiranya tidak membuat lebih baik dan masih tersedia aplikasi lain yang lebih sarat manfaat dan minim mudharat, maka dalam hal ini seharusnya pemerintah segera bertindak tegas, sebelum generasi menjadi hancur dan hanya tinggal penyesalan di kemudian hari.

Lebih dari pada itu, peran orang tua menjadi sentral dalam pembinaan dan pendidikan anak-anak yang bermoral dan berakhlak mulia, yakni dengan cara menanamkan keimanan kepada anak-anak sedari dini. Iman adalah benteng tertangguh dalam menyikapi segala macam kondisi. Orang tua juga harus menjadi contoh terbaik bagi anak-anak dalam mengamalkan ajaran agama. Apabila keimanan terus dipupuk dan dirawat semenjak kecil, maka anak-anak ini dengan izin Allah akan tumbuh menjadi pemuda-pemudi yang mengerti adab dan punya rasa malu. Dua perwujudan keimanan yang apabila bila tidak tertancap kokoh menyebabkan maraknya penyalahgunaan terhadap media yang digunakan, tak terkecuali tik tok.

Pada akhirnya diperlukan kerja sama semua pihak untuk menunaikan kewajiban membentuk generasi yang rabbani, generasi yang hanya mengamba kepada Rabbnya dan tidak tergiur untuk bertik-tokkan ria atau sekedar bermain game yang tak berfaedah yang hanya menghamburkan paket data dan menyia-nyiakan waktu yang tak ternilai harganya.

(rumahmediagrup/wahyudinaufath)

Gambar: pixabay

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.