Efek Kehausan

Efek Kehausan

Pak Joyo seorang wakil kepala sekolah bidang Humpras (Humas dan Sarpras) . Ia bertugas di sebuah SMA Negeri. Sekolah tersebut letaknya di tengah sawah.

Setiap hari ia bertugas dari pukul 6 pagi sampai 4 sore. Sepeda motor menjadi teman setianya dari rumah ke sekolah. Tidak ada angkot yang melewati sekolahnya. Semua guru menggunakan kendaraannya termasuk Pak Joyo.

Saat ini tugasnya bertambah. Ia juga berkewajiban menyiapkan sarpras sesuai protokol kesehatan. Wabah virus corona juga mengenai daerahnya. Sabun pencuci tangan tersedia di dekat gerbang sekolah. Begitu juga air pencuci tangan disiapkan dalam wadah galon air mineral.

Nasib sial menimpanya hari itu. Motor yang dikendarainya mogok di jalan. Tak ada bengkel yang dekat. Ia menitipkan motornya kepada salah satu warga yang sangat dikenalnya.

Terpaksa Pak Joyo jalan kaki menuju sekolah. Tidak ada ojeg yang dapat ditumpanginya. Pun tidak ada orang dapat ia bonceng. Semua siswa sudah berangkat sekolah. Begitu juga para guru.

Sungguh melelahkan perjalanannya. Ia harus ke sekolah walau terpaksa jalan kaki. Ia khawatir lalai akan tugasnya.

Rasa lelah dan haus sungguh menyiksanya. Sesampainya di sekolah, ia langsung meminum air dari galon yang ada di dekat pintu gerbang. Setelah kenyang, ia sadar bahwa itu air untuk cuci tangan.

Sumber ilustrasi:https://images.app.goo.gl/yk5ao8YzbT2q5WVU8

Rumahmediagrup/saifulamri

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.