Mengapa TikTok Digandrungi Remaja?

Mengapa TikTok Digandrungi Remaja?

Saat ini kita sangat sering mendengar kata TikTok. Banyak orang membicarakan tentang TikTok. Video TikTok beredar di medsos setiap saat. TikTok menjadi booming digandrungi dari anak sampai orang dewasa. Bahkan dari rakyat biasa sampai pejabat ikut mengguunakannya, terutama anak-anak dan remaja. Mengapa mereka kecanduan TikTok?

Banyak yang beranggapan bahwa aplikasi TikTok berasal dari Barat. Banyak aplikasi yang berasal dari Barat seperti WhatsApp, Facebook, Instagram, YouTube, Twitter, dan aplikasi lainnya. Berbeda dengan TikTok yang berasal dari China. Kehadiran TikTok bahkan lebih cepat merajai medsos. Video ini menjadi hype terutama di kalangan remaja.

TikTok diluncurkan oleh China pada tahun 2016. Bytedance (Douyin) adalah teknologi raksasa China yang memunculkan aplikasi ini. Kehadiran TikTok kurang disukai oleh Barat terutama Amerika Serikat. Alasannya karena menyaingi penggunaan aplikasi yang diproduksi oleh Barat. Saat ini AS melarang penggunaan TikTok di negaranya.

Pengguna aplikasi TikTok terus bertambah dengan pesat. Tercatat setelah 3 tahun diluncurkan, sudah sekitar 1,5 miliar pengguna. Sebagian besar pengguna adalah China dan India. Indonesia juga termasuk negara dengan banyak pengguna karena jumlah penduduknya juga banyak. Rekor ini melampaui penggunaan aplikasi medsos manapun. Bytedance menjadi start up paling bernilai di dunia dengan valuasi lebih dari $75 miliar. Pengguna aktifnya sekitar 500 juta, sungguh rekor tak tertandingi jika dilihat tahun munculnya 2012.

Sekilas kita melihat bahwa TikTok adalah aplikasi untuk anak-anak. Berbagai fitur membuat TikTok disukai berbagai usia dan kalangan. Aplikasi ini bahkan lebih berkenan pada jiwa anak remaja. Seakan aplikasi TikTok menjadi pelampiasan aktivitas remaja yang suka berselfi ria, bersenang-senang, suka mengeksplorasi, dan berkreasi. TikTok lebih cenderung sebagai aplikasi Generasi Z yaitu para remaja.

Pengguna TikTok sekitar 70 persen adalah usia remaja 16 hingga 24 tahun. Sisanya sekitar 30 persen adalah pengguna usia dewasa. Fenomena ini mirip dengan pengguna Facebook dan Instagram yang pada awalnya hype di kalangan remaja. Namun saat ini orang dewasa memanfaatkan medsos tersebut dengan berbagai keperluan. Karaktersitiknya berbeda antara TikTok dengan medsos lainnya, penggunaan video, lebih cocok dengan usia remaja.

Rumahmediagrup/saifulamri

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.