Pengalaman Anggit Angglang 2018

Pengalaman Anggit Angglang 2018

Oleh: Eti Nurhayati

Istilah dan aktivitas literasi kini sedang booming dalam kehidupan sehari- hari. Sesungguhnya hal- hal yang berkaitan dengan literasi telah dilaksanakan, apalagi di lingkungan pendidikan. Kegiatan baca tulis dan yang terkait dengan itu menjadi rutinitas.


Seiring berjalannya gerakan literasi sekolah dan WJLRC (West Java Leader’s Reading Challenge), saya yang turut berpartipasi, secara otomatis terbius dengan aktivitas di dalamnya.
Alhamdulillaah, ada peluang bagus untuk menambah ilmu dan pengalaman serta mengamalkan ilmu yang ada.

Ketika saya membaca pengumuman di Fb WJLRC Jawa Barat, hati saya terpanggil untuk mengikuti tantangan Anggit Angglang. Tanpa berfikir panjang, saya langsung mendaftar jadi peserta. Proses pun berlanjut. Dengan Buddy Book anak sulung saya tercinta.

Kegiatan pun dimulai. Awalnya kami belajar secara virtual tentang Anggit Angglang, jenis-jenis reviu, dan contoh-contohnya. Sesi berikutnya yaitu praktek yang dilaksanakan di keluarga masing-masing peserta. Alhamdulillah.. Sepuluh hari pertama berjalan dengan lancar.

Aku mulai agak kesulitan di hari- hari berikutnya, karena Buddy Book saya bolak- balik Tasik- Bandung- Jakarta untuk urus- urus segala macam administrasi pendidikan S2 nya yang akan dia tempuh mulai semester baru ini di Kangwon National University, Korea Selatan.  Tentu saja kesibukannya membuat saya bingung.

“Teh, gimana nih Anggit Angglang?”, tanya saya berkali- kali kepadanya.
” Kalem aja, Mah…pasti beres kok”,  jawabnya selalu begitu. Terus terang saya sih sering merasa deg degan, jangan- jangan nggak bisa tuntas. Tapi benar juga, sebagai Buddy Book si sulung bertanggung jawab. Setiap pulang ke rumah Anggit Angglang pun dilaksanakan. Bahkan suatu hari ketika dia tidak punya waktu, kami melaksanakannya di sebuah Mall. “Sekalian cari spot bagus buat selfi membacanya, biar aktivitasnya juga nggak di rumah terus, Mamahku…”, katanya menenangkanku.

Pokoknya bagiku Anggit Angglang seru!
Teknik Jumara, Sawarna Sarupa, Ngaprak, Melampah dan Bannar sungguh luar biasa.
Sering mendebarkan, sering pula menyenangkan.

Alhamdulillaah tantangan 30 hari telah kami taklukan. Terima kasih kepada Bu Mia Damayanti yang telah mengawal Anggit Angglang dan berbagi ilmunya dengan kami, para peserta hingga penghargaan sebagai pelopor Gerakan Literasi Keluarga dari kepala Dispusipda Jabar berhasil kami raih.

Saya tahu persis perjalanan literasi harus kita kawal bersama. Dimanapun, kapanpun dan bagaimanapun kondisinya.

Selamat berjuang bersama untuk literasi di Jawa Barat khususnya.
Jabar kahiji !!!

Salam Literasi !

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.