Ilustrasi Cerbung Aki dan Ambu

Aki dan Ambu – Bagian 20 (Tahun Baru Hijriah)

Aki dan Ambu – Bagian 20 (Tahun Baru Hijriah)

Seperti sore-sore lainnya, tidak ada aktivitas berbeda di rumah Aki Rahmat maupun di kampung tempat tinggalnya. Semua berjalan seperti biasanya. Anak-anak mulai ramai bermain sepeda di jalanan kampung. Sementara itu, banyak orang tua yang terlihat duduk-duduk santai sambil menikmati indahnya suasana sore di teras rumah mereka.

Aki Rahmat pun terlihat duduk santai di kursi teras sambil sesekali menyeruput kopi hitamnya. Mang Kardin yang melihatnya segera datang menghampiri.

“Assalamu,alaikum, Ki,” Mang Kardin memberi salam.

“Wa’alaikumsalam,” balas Aki. “Duduk sini, Mang,” Aki mempersilakan.

“Iya, Ki. Terima kasih,” kata Mang Kardin sambil duduk di kursi seberang Aki. Mereka terhalang meja.  

“Ambu, buatkan minum untuk Mang Kardin!” teriak Aki pada Ambu yang ada di dapur.

Tak lama berselang, Ambu muncul dengan membawa secangkir kopi hitam di atas baki.

“Minumnya, Mang,” Ambu mempersilakan Mang Kardin minum.

“Terima kasih, Ambu. Setiap ke sini, selalu saja merepotkan Ambu,” balas Mang Kardin.

“Besok tahun baru Hijriah ya Mang?” tanya Aki.

“Iya, Ki,” jawab Mang Kardin. “Tapi, sekarang sepi. Biasanya, setiap menyambut satu Muharam, Remaja Masjid selalu menggelar acara pawai obor, lalu salawatan di masjid desa,” lanjutnya.

“Ooh gitu ya, Mang. Mungkin terdampak corona ya, Mang. Jadinya tidak ada acara khusus menyambut satu Muharam,” kata Aki.

“Sepertinya begitu, Ki.” timpal Mang Kardin.

“Waktu di Jakarta dulu, setiap DKM selalu menggelar acara untuk menyambut tahun baru Islam ini. Biasanya diisi dengan pengajian. Kalau di sini, Remaja Masjidnya saja atau DKM-nya juga yang biasanya mengadakan kegiatan menyambut satu Muharam, Mang?” Aki terlihat penasaran.

“DKM juga mengadakan kegiatan. Sehari sebelumnya, DKM mengajak warga untuk melakukan bakti sosial. Biasanya diisi dengan kerja bakti membersihkan lingkungan sekitar masjid. Pada malamnya, biasanya diisi dengan pengajian dan istighosah juga. Keesokan harinya, kami puasa,” Mang Kardin menjelaskan. “Tapi, tahun ini sih sepertinya sepi-sepi saja. Mungkin hanya pengajian biasa saja. Seperti malam-malam lainnya,” tambahnya.

“Seharusnya kita melakukan perenungan terhadap apa yang telah kita perbuat setahun lalu agar bisa kita perbaiki di tahun ini, ya Mang,” kata Aki lagi.

“Iya, Ki. Memang seharusnya begitu agar kita bisa lebih baik lagi di tahun ini,” Mang Kardin mengiyakan.

“Wah, sepertinya sebentar lagi maghrib, Ki. Saya pamit. Aki mau ke  masjid juga kan?” tanya Mang ardin.

“Iya, Mang. Kita ketemu lagi nanti di masjid, ya,” jawab Aki.

“Iya, Ki. Saya pamit. Salam saja ke Ambu. Assalamu’alaikum,” Mang Kardin beranjak meninggalkan Aki.

“Wa’alaikumsalam,” jawab Aki. ***

#WCR_tetap_cerbungsinur

Rumahmediagrup/sinur

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.