Insiden saat Razia Masker

Insiden saat Razia Masker

“Aduh … udah kesiangan ni. Ma, papa berangkat ya,” kataku sambil tergesa-gesa.

“Iya, Pa. Hati-hati di jalan. Oh, iya Pa, hari ini ada razia masker. Jangan lupa maskernya,” kata isteriku.

“Iya, sudah. Papa males makenya. Udah papa masukkin aja di saku jaket,” jawabku, sambil tancap gas.

Aku selalu memakai jaket ketika pergi kerja. Jaket sangat membantuku saat mengendarai motor. Apalagi daerahku sangat dingin. Suhu udara antara 12 sampai 19 derajat.

Perjalanan dari rumah ke tempat kerja lumayan jauh. Waktu tempuh sekitar 40 menit tanpa macet. Aku tinggal di daerah yang tidak padat transportasi.

Rumahku berada di jalan desa. Sekitar satu kilometer bertemu jalan kabupaten. Kemudian sampai di jalan provinsi setelah melalui dua kilometer.

“Ada razia apa ya? Kok banyak petugas,” tanyaku dalam hati.

Petugas memberi isyarat agar aku menepi. Aku menghentikan motorku di hadapan petugas razia. Kubuka helmku dan berkata, “Ada, apa Pak?” tanyaku.

“Selamat pagi. Kami petugas gabungan pencegahan Covid-19. Mohon saudara mengenakan masker. Jika tidak membawa maka kami memberi sanksi menyanyikan lagu Indonesia Raya,” kata petugas itu.

“Oh, iya maaf. Saya lupa pakai masker tapi ada kok, Pak. Ini!” jawabku, sambil tanganku meraih masker dari saku jaket.

“Silakan dipakai, Pak,” perintah petugas itu.

“Aduh … ini cadar isteri saya.”

Sumber foto: https://images.app.goo.gl/RvLUUhnQ8KD1Vfde9

Rumahmediagrup/saifulamri

2 comments

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.