Masih Merdekakah kita?

Masih Merdekakah Kita?

Lapangan sepi
Sang Saka di ujung tiang
lemah terkulai
seakan meratapi
tiadanya aba-aba penghormatan
dan iringan lagu Indonesia Raya lagi
saat ia dinaikkan tadi

Ulang tahun ketujuh puluh lima
tanpa karnaval segala usia
tanpa pamer kostum pejuang aneka rupa
tanpa lengking dan dentum tetabuhan bergema
tanpa gegap gempita  rakyat bersuka cita
tanpa itu semua,
agustusan kali ini terasa kurang bermakna

Kami rakyat jelata
terpaku menatap logo dan tema
di spanduk-spanduk
yang direntang penguasa
tanpa paham apa maknanya

Yang kami tahu pasti,
tak lagi di tanah lapang, upacara kami
cukup duduk di depan televisi
menyaksikan detik-detik proklamasi
atau hadir melaui video konferensi
dalam upacara virtual pertama di negeri ini

Dengan masker penutup muka
mereka tampil di layar kaca menorehkan sebuah cerita
tentang perhelatan tahunan kita
yang tak seperti biasanya

Mulut-mulut seakan terkekang
tak lagi bisa bersuara lantang
apalagi meneriakkan kata, “Merdeka!”

Lihatlah wahai Saudara,
kepalan tangan teracung ke angkasa
lemah lunglai tak lagi bertenaga
hingga muncul satu tanya
“Masih merdekakah kita?”

#WCR_ditentukan_puisisinur

rumahmediagrup/sinur

4 comments

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.