Dua Lelaki (4)

Dua Lelaki (4)

Aku menunda waktu berkunjung ke rumah lelaki itu. Jadwal kuliahku ternyata tinggal lima puluh menit lagi. Itu artinya aku tak punya banyak waktu untuk memiliki rencana lain.

Kulajukan motor dengan kecepatan cukup tinggi. Berharap akan tiba di kampus sebelum jam kuliah dimulai. Sepanjang perjalanan kulantunkan doa dengan penuh kecemasan.

Kenapa aku bisa sampai lupa kalau ada jadwal kuliah pagi ini. Kupikir baru siang nanti dosen filsafat yang terkenal galak itu mengisi mata kuliahnya.

Motor matic yang kukendari membelah jalanan panjang yang kian padat. Entah karena pikiranku yang berkecamuk tak menentu, sehingga tak begitu menyadari jika mobil di depanku sudah berhenti.

Tak lagi bisa kuhindari ketika bagian depan motorku akhirnya menabrak bagian belakang mobil. Sekuat tenaga rem kutekan, tetap saja tak berhasil menghindar. Kupasrahakan diri dengan tangan masih gemetar.

Beberapa orang yang tengah berada di pinggir jalan, menyuruhku menepi. Mau tak mau aku pun menurut. Aku harus bertanggung jawab, apa pun yang terjadi.

Setelah menepikan motor, mobil yang tak sengaja kutabrak itu pun telah lebih dulu memarkir kendaraannya di pinggir jalan. Dengan keadaan yang masih membuatku gemetar, kucoba memberanikan diri menghampiri seseorang yang baru saja keluar dari mobil.

Lelaki jangkung dengan gaya santainya itu membuatku terkesiap seketika.

“Kau?”

Aku memekik tak percaya. Aku baru menyadari mobil yang kutabrak adalah Honda HR-V berwarna putih yang sama persis dengan mobil yang hampir menabrakku kemarin.

“Ternyata kau yang sudah menabrak mobilku?” tanyanya tak percaya.

Aku mengembuskan napas kasar.

“Dunia ini sangat sempit ya, kita dipertemukan kembali dengan kasus yang sama. Hanya bedanya, sekarang kau yang menabrak mobilku,” ujarnya sambil tertawa geli.

Aku hanya menanggapi dengan senyuman. Lelaki yang aneh. Pagi tadi ia bersikap dingin dan sinis, tapi sekarang, tingkahnya sungguh berbanding terbalik.

“Hai, kau baik-baik saja?” tanyanya membuyarkan lamunanku.

Aku mengangguk lemah.

“Aku akan mengganti kerugian mobilmu itu,” kataku sambil memandang bagian belakang mobil yang sudah penyok.

“Tidak perlu, terima kasih. Anggap saja kita impas, karena kejadian kemarin pun masih membuatku merasa memiliki hutang padamu.”

“Tapi kejadian kemarin tidak menimbulkan kerusakan pada motorku.”

“Kerugian materi tidak sebanding dengan kerugian yang kau alami kemarin.”

“Aku baik-baik saja.”

“Tapi sungguh, aku tak masalah dengan mobilku, bisa aku perbaiki nanti. Kau tak perlu mengganti kerugiannya.”

“Sungguh kau tak keberatan?”

“Ya, tentu!”

“Baiklah kalau begitu, aku minta maaf untuk kejadian ini,” kataku akhirnya.

Dia hanya mengangguk perlahan seraya menampakkan gigi-giginya yang berderet putih.

“Namaku Andre.”

Lelaki itu tiba-tiba menyodorkan tangannya sambil menyebutkan nama. Aku hanya menelungkupkan kedua tangan di depan dada. Sebagai seorang muslimah, bukan mahram untuk bersalaman dengan lawan jenis.

“Maura,” kataku singkat.

“Nama yang cantik,”ucapnya sambil mengerlingkan mata.

Aku terkekeh dibuatnya.

“Terima kasih.”

Kami saling melempar senyum. Aku tak menyangka ia lelaki yang tak sedingin tadi pagi. Kini ia sehangat mentari yang mulai mengeluarkan sinarnya. Merangsuk dalam setiap celah, menyatu dengan darah yang bergejolak tak menentu.

Aku tiba-tiba disadarkan akan mata kuliah filsafat pagi ini. Buru-buru aku mohon pamit padanya. Tak kupedulikan tatapan heran yang terarah padaku. Kulajukan motor, melesat jauh, membaur dalam keramaian jalan. Meninggalkan lelaki yang entah punya pertanyaan apa dalam benaknya atas kepergianku yang tiba-tiba.

Bersambung…

rumahmediagrup/bungamonintja

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.