Merdeka dari Virus

Membuat video pembelajaran itu tak semudah membalikkan telapak tangan loh. Untuk membuatnya memerlukan waktu yang lama. Itu pun belum tentu sempurna. Pasti ada saja yang kurang.

Ekspor data saja bermenit-menit malah hampir berjam-jam. Itu ekspor saja loh. Jika dimulai dari awal membuat, bisa berhari-hari. Namun, jika usaha guru tersebut tak dihargai peserta didiknya. Apa yang terjadi dengan hati para guru?

Itu pun belum tentu sempurna video yang telah dibuat. Bisa jadi setelah perjuangan ekspor yang begitu lama, ketika video dibuka, ada saja yang kurang. Secara otomatis ingin rasanya diulangi lagi.

Pembelajaran jarak jauh ini atau bisa dikatakan daring bukan hal yang diinginkan oleh semua guru ya. Apalagi bagi guru yang minim pengetahuan IT. Akan menjadi kendala besar ketika akan memberikan pembelajaran daring.

Belum terkendala dengan perangkat, alat atau sarana yang dimiliki, tidak semua guru mempunyai laptop atau netbook canggih apalagi ipad.

Lepas alat dan sarana, belum harus mempersiapkan kuota yang mesti mendukung untuk pembuatan video, karena sedikit banyak mesti melihat tutorial dalam pembuatan video itu.

Ilmu itu tidak gratis, semua perlu pengorbanan dan perjuangan. Namun, jika jerih payah guru ketika membuat video itu tak dilirik sama sekali, alangkah duka lara yang dirasakan.

Apa bukti tak dilirik? Kok bisa mengatakan demikian?

Jelas, ketika sang guru memberikan materi melalui video. Lalu peserta didik diminta menyimak dan memahami apa yang disampaikan. Jelas ada saja yang tidak melaksanakan.

Berbagai dalih mereka utarakan. Sama halnya dengan guru. Peserta didikpun belum tentu mempunyai alat dan sarana. Bahkan kuota pun mereka tak ada.

Seperti memakan buah si malakama, baik guru ataupun peserta didik mempunyai kendala sendiri ketika belajar daring.

Di sinilah guru belum merasakan merdeka dengan situasi pembelajaran seperti itu. Begitu juga dengan peserta didik belum merdeka merasakan Belajar dengan jarak jauh.

Semua keluhan terlontarkan, dari orang tua yang tidak bisa membimbing putra dan putrinya dalam belajar. Belum dengan materi yang tidak dikuasai oleh orang tua tersebut. Bahkan masih banyak orang tua yang awam dengan gawai.

Merdeka kali ini, bukan merdeka dari penjajahan atau menghadapi musuh dengan senjata. Namun, merdeka kali ini terbebas dari masa pandemik yang entah sampai kapan akan berakhir.

Ingin merdeka dari virus? Maka segeralah beradaptasi dengan hal yang baru. Mulainya sering mencuci tangan dengan sabun atau memakai sanitaizer.

Merdeka kali ini, terbebasnya diri dari covid-19.

Semoga ini tersegerakan, agar pembelajaran pun kembali seperti dulu. Agar sekolah bisa dibuka lagi, dan guru mampu mengoptimalkan pembelajaran secara luring.

Peserta didik pun akan kembali belajar tanpa merepotkan orang tua di rumah. Opini ini langsung, kala menunggu mengekspor video yang begitu lama.

Wallahu A’lam Bishowab

rumahmediagrup/suratmisupriyadi

One comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.