Minat  Belajar Mereka Semakin Menurun Saat BDR Diperpanjang

Minat  Belajar Mereka Semakin Menurun Saat BDR Diperpanjang


Sudah memasuki bulan ke 6 BDR (belajar dari rumah) dilaksanakan oleh Dikbud untuk ditindaklanjuti sampai ke tingkat KCD di setiap kabupaten dan kota, yang akhirnya harus dipatuhi sampai ke sekolah-sekolah di desa-desa juga. Di kabupaten tempat saya mengajar BDR diperpanjang sampai tanggal 6 September 2020, karena zona kabupaten berubah lagi yang semula sudah kuning menjadi orange, artinya kasus korban terpapar Covid meningkat lagi. 

Awalnya seperti ada satu hal baru yang tidak terlalu merisaukan warga berpendapatan menengah ke bawah,  tetapi semakin memasuki bulan ke 4 sampai sekarang bulan ke 6, sudah semakin terlihat keluhan anak-anak peserta didik yang sangat berat mengikuti BDR, keluhan mereka bertebaran di timeline media sosial, Tugas padat, kuota ngadat, ilmu ga dapat. Ini belum termasuk keluhan ibu-ibu yang kebetulan kami saling ketemu di tukang sayur di pojok jalanan gang komplek.

Harapan untuk dibantu kuota oleh pemerintah yang didengar dari berita di TV, belum juga terealisasi. Saya bisa memahami kesulitan para orang tua murid ini karena terbayang berapa besar dana yang harus dihabiskan kalau anak-anak mereka yang jumlahnya 3-4 orang dari SD sampai kuliah, semua harus belajar dengan menggunakan paket kuota. Pernah saya ajak anak-anak sekelas yang saya menjadi wali kelasnya, untuk datang ke sekolah secara bergiliran menjadi 2 rombongan,  saya wawancarai satu per satu mengenai kendala apa saja selama BDR.

Ternyata dari 32 siswa sekelas hanya ada 2 orang siswa yang di rumahnya tersedia Wifi rumah, selebihnya mengandalkan membeli paket kuota eceran yang atau nebeng jasa Wifi tetangga yang baik hati, maka tidak heran jika selama BDR saya juga menerima WA pribadi meminta ijin tidak bisa absen di link absensi gara-gara sedang sangat tidak mampu membeli kuota. Terpaksa juga akhirnya Materi dan penyampaian tugas saya berikan hanya melalui WAG per kelas., atau belajar dengan moda Luring (luar jaringan) bukan Daring lagi.

Selesai PJJ (pembelajaran jarak jauh), saya mengecek peserta didik yang sudah absensi di link absensi online, dan akhirnya hanya absensi dan aktif bertanya di WAG kelas, ternyata masih ada yang tidak mau (tidak peduli) ikut BDR, terbukti dengan sedikit saja yang  membuat list absensi walau itu sekedar di WAG, kemana minat belajar mereka?. Saya bertanya dalam hati dan terus berkecamuk sampai saya laporkan ke waka kurikulum dan  pimpinan sekolah pun, jawabannya masih belum membuat hati saya lega.

Semoga Allah segera mengangkat pandemi Covid 19 ini supaya segera bisa normal kembali anak-anak sekolah belajar dengan moda tatap muka di sekolah, karena kesulitan yang orang tua hadapi pun menjadi kesulitan kami para guru juga dalam memberikan pembelajaran yang ideal.

Jangankan PJJ dengan moda teleconference macam Zoom atau Google meet, dibuatkan video pembelajaran, anak-anak mengeluh banyak kuota buat mengunduh dan memutarnya, dijelaskan dengan voice note di WAG, masih banyak pula yang bertanya tak puas, apalagi kalau cuma dikirim materi berupa ringkasan yang dibuat dalam ketikan di Word, disuruh membaca, mungkin cuma diskip saja. 

Minat belajar mereka anjlok drastis dari awal pemberlakuan PJJ /BDR dari bulan Maret sampai akhir Agustus ini, setiap selesai PJJ akan terlihat penurunan minat belajar yang sangat signifikan di setiap minggunya. 

Harus ada tekad bulat kebersamaan berdisiplin tinggi melawan Covid 19 ini supaya kita tidak merasa terus terkungkung berdiam di rumah (boleh beraktivitas, tetapi yang di luar sana masih banyak yang tidak disiplin juga) , jadi ya semakin aneh kalau berharap pandemi cepat berakhir.

rumahmediagrup/isnasukainr

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.