Pupus

Karya Nurilatih

Belum sempat baca ulang
Goresan pedih
Mengalir saja seperti lereng gunung Semeru
Yang tak lagi seindah dulu

Gemericiknya makin menikam sunyiku

Ada yang kadang susah untuk diajak berdiksi
Meski ada
Tak mau berkata
Larut di sela-sela bebatuan
Bait bisu sembunyi di sini
Lurus panjang aliran air
Bak Lorong makin jauh, kecil dan tak terbaca
Diksi berlari lenyap pupus
Maka putus

Sisa hampa enggan melenyap
Bermukim perih
Batu besar memeluk lekat

Kuangkat dagu
Rebahlah di kehangatan dinding batu

Langit membentang
Mendung berarak seperti lukisan hidup
Hidupku

Kekuatan apa ini, Tuhan
Pujaku pada-Mu
Khianati iman

Indah itu sakit
Sakit itu indah

Asparaga, 16082020

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.