MELATI

Melati
Endah Sulistowati

10 Maret 2020
Kukayuh pedal sepedaku kuat-kuat, jam 10 pagi ini ada janji mentoring sama kak Ani. Satu belokan lagi nyampe. Hmmm…mushola bersejarah itu sudah nampak, pagarnya yang warna-warni membuat mata enggan berpaling, apalagi kalau sudah masuk dihalamannya, bikin betah. Sejuk, bahkan dibawah pohon mangga ada ayunannya juga, di pagar sebelah selatan ada ban bekas yang dicat warna-warni pula disusun rapi seperti terowongan mini, ada pula perosotan kecil yang menjadi favorit anak-anak balita, so para ibu-ibu juga betah berlama-lama disini jagain anak-anak mereka bermain atau sekedar nyuapin makan.


Aku bilang mushola ini bersejarah, nggak tanya kenapa? Mau dong dikepoin…hehehe. Disinilah pertama kali aku kenal sama kak Ani, ceritanya waktu itu aku lagi kelenger, ngerjakan tugas presentasi Ilmu Alamiah Dasar (IAD). Secara kemanapun aku melangkah, sepedaku nggak pernah ketinggalan. Waktu itu aku lupa nggak bawa dompet, ban sepedaku bocor. Udah capek, nggak bawa uang, haus pula. Akhirnya kakiku berhenti didepan mushola ini, saking capeknya aku tertidur diayunan bawah pohon mangga. Kak Ani yang mau sholat dhuhur disitu memperhatikan aku, sampai beliau selesai sholat, aku belum bergerak juga, sehingga beliau khawatir terjadi sesuatu padaku sehingga diberanikannya untuk menghampiriku. Sejak saat itu kami jadi saling akrab, sampai suatu saat kak Ani mengajakku ikut sebuah acara dikampusnya. Yang sedikit banyak merubah orientasi hidupku.

21 April 2020
Siapa yang tahu 21 April itu ada momen apa? Hari Kartini. Yaps..betul. Apa serunya? Serunya hari ini kelompok kajian kami ada diskusi politik (cie cie cie….sstttt), akan membahas tentang aktivitas perempuan dalam Islam. Allah telah mentapkan aktivitas khusus serta aktivias umum bagi perempuan. Syariah Islam telah menetapkan bahwa perempuan adalah seorang ibu dan pengatur rumah tangga (ummun wa rabbah al bayt). Untuk itu, syariah Islam telah mendatangkan bagi perempuan seperangkat hukum yang berkaitan dengan kehamilan, kelahiran (wiladah), penyusuan (Radha’ah), pengasuhan (hadhanah), ataupun berkaitan dengan masalah ‘iddah. Semua itu sedikitpun tidak ditetapkan untuk laki-laki. Dan aktivitas-aktivitas tersebut merupakan aktivitas perempuan yang paling penting dan tanggung jawab yang paling besar pada perempuan, karena dalam aktivitas tersebut ada terdapat rahasia kelangsungan hidup jenis manusia. Berat ya gaes… BTW enggak juga sih kalau dijalanin dengan ikhlas …iyelah tuh (kata kak Ani begitu sob).


Akan tetapi dalam waktu yang sama, Allah juga telah menciptakan perempuan agar ia melakukan aktivitas di kehidupan umum. Maka Allah telah mewajibkan atas perempuan untuk mengemban dakwah dan menuntut ilmu. Allah juga memperbolehkan peremuan untuk beraqod jual-beli, kontrak kerja, perwakilan. Allah juga memperbolehkan para perempuan untuk mengembangkan bisnis, berdagang, bertani, memiliki setiap jenis kepemilikan yang diperbolehkan dan mengembangkan hartanya. Hanya saja, perempuan tidak boleh menduduki jabatan pemerintahan (kekuasaan) seperti kepala Negara (khalifah), mu’awin (pembantu khalifah), wali (gubernur), amil (setara walikota/ bupati).
Hmmm..semakin kesini semakin seru nih… btw harus lanjut pekan depan, waktu dua jam buat ngaji dah habis.


22 April 2020
Semalam suntuk gak bisa tidur gaes, untung hari ini nggak ada jadwal kuliah pak dosen lagi keluar kota jadi bisa bermalas-malasan usai sholat shubuh.
Kajian kemarin nancep banget di hatiku gaes. Bagaimana enggak nancep, ternyata tugas perempuan itu mulia banget. Dia bisa bertugas 24 jam, ngurus anak dan suami, bersih-bersih, berdakwah, nuntut ilmu wuiih. Aku mbayangin aja kok enggak kelar ya.


Btw hal ini membuatku harus mengingat seseorang, siapa? Ih…kepo ya….hahaha.
Aku ingat mama gaes….melo ya. Aku terakhir ketemu waktu mau naik kelas 2 SMP. Sekarang aku udah semester 4, berarti udah 6 tahun aku enggak ketemu Mama. Mama pernah pulang sebentar karena ada surat-surat yang harus diurus tapi karena aku sekolah diboarding school dan pas ujian semester aku nggak sempat ketemu Mama. Mama jadi TKW di Hongkong, mama nggak ingin menyusahkan kakek-nenek dan saudara-saudaranya so ketika mama memutuskan jadi TKW aku dimasukkan diboarding school. Hiks hiks, rindu? Enggak gaes, udah biasa. Tapi kenapa ya, rasanya kok nyesek banget. Nggak biasa-biasanya aku begini… jadi merinding nih.


Papa? Terakhir ketemu papa, saat itu umurku sekitar 5 tahun. Aku nggak tahu apa masalahnya, tiba-tiba mama menggendongku pergi saat aku masih tidur siang, papa sempat mengelus kepalaku tapi ditepis tangannya sama mama. Kalo sekarang umurku 20 tahun berarti kejadian itu 15 tahun yang lalu.
Sejak itu aku tinggal dari satu kontrakan ke kontrakan yang lain. Hingga mama memutuskan jadi TKW. Alhamdulillah gaes, Allah ngasih aku otak yang cukup encer sehingga aku bisa kuliah di PTN favoritku di Malang, aku ngekos. Terbiasa hidup sendiri dan mandiri mengajariku banyak hal.


24 April 2020
Mama telphon gaes, mau mewek rasanya. Katanya 3 bulan lagi mau pulang ke Indonesia. Entahlah, kok rasanya jadi gimana gitu.


1 Juli 2020
Dua minggu lagi mama datang dari Hongkong. Suasana hatiku semakin nggak karuan. Kuliah jadi nggak konsentrasi apalagi pas puasa begini. Kajian rasanya jadi hampa. Rasanya aku ingin bereriak sekuat-kuatnya. Bahwa mama nggak berhak membuang aku, hanya mengejar materi, bahwa anak juga butuh kasih sayang, dukungan dan teladan. Aku nggak tahu kenapa aku pingin marah sama mama.


2 Juli 2020
Aku nggak tahan memendam rasa. Kak Ani syok mendegar kisah ku. Satu hal yang kak Ani bilang, “Mel, kamu ingat hadis Rasulullah “al jannatu tahta akdamil ummahat”. Surga dibawah telapak kaki Ibu”.

“Mel, bisa jadi Mama kamu belum paham, bagaimana menjadi ibu menurut syari’at Islam. Mama hanya berusaha untuk membuat hidupmu berkecukupan, hidupmu bahagia, tidak kurang apapun. Jadi Mama tidak bermaksud membuangmu. Bukalah hatimu Mel, bicaralah sama Mama dari hati ke hati. Insya Allah, Mama akan tahu apa yang kamu inginkan.” Ucap Kak Ani sore itu benar-benar terus terngiang.

Ya Allah, Benarkah Mama belum tahu syariat-Mu
Ya Allah, Benarkah Mama sayang sama aku
Ya Allah, kenapa aku merasa dibuang
Ya Allah, bagaimana aku bisa ketemu Mama
Apakah aku harus memeluknya, ataukah aku pergi saja
Ya Allah….berikanlah petunjukmu.. Aamiin.

enliseksus0@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.