Langit Senja di Setu Patok

Langit Senja di Setu Patok

Langit yang mulai temaram di kota Cirebon, tak menyurutkan langkah untuk bisa menikmati suasana Setu Patok, sebuah danau atau waduk alami di Desa Setu Patok, Kecamatan Mundu, Kota Cirebon.

Salah satu objek wisata alam dan sejarah yang di miliki kota udang ini, sudah banyak diminati warga baik lokal mau pun warga luar daerah, yang datang sengaja hanya untuk menikmati keindahan sunrise atau sunset di Setu Patok.

Sejarah Setu Patok

Setu Patok merupakan wisata domestik yang sarat akan kisah dan sejarah. Konon, dahulu kala ketika sering terjadi banjir, Sungai Naggela yang mengalir melalui desa Setu seringkali meluap, dan banjir pun terjadi di Desa Setu dan sekitarnya. Jika musim hujan datang, masyarakat sudah siap dan tahu pasti bahwa daerahnya akan didatangi banjir.

Hal ini menjadi perhatian oleh tokoh setempat yakni turunan Luwung, Kiai Entol Rujitnala. Ia memikirkan keluhan masyarakat karena gagal panen atau rumah yang rusak disebabkan banjir. Selain beliau disegani, Kiai Entol terkenal sakti. Maka dengan bantuan masyarakat pula, Kia Entol membuat bendungan agar bisa menampung luapan sungai Nanggela.

Sayangnya setelah bendungan telah jadi, masyarakat di Desa Setu belum juga lepas dari musibah. Bendungan yang telah dibuat malah bobol ketika menampung air sungai Nanggela. Kiai Entol masih harus mencari cara untuk membantu masalah banjir yang masih menimpa warga setempat.

Karena tekadnya yang besar dalam membantu masyarakat, beliau memutuskan untuk akhirnya membangun kembali bendungan diikuti sayembara. Barang siapa yang sanggup membuat bendungan kokoh dan tidak terjadi lagi banjir di Desa Setu, ia akan dinikahkan dengan putrinya yang memiliki paras cantik yakni Nyai Ratu Randu Lawang.

Mendengar sayembara itu, datanglah pemuda gagah perkasa dan sopan santun bernama Muqoyyim Seya. Ia memasang patok di setiap sudut bendungan dan memasang seutas bening. Ia meminta Kiai Entol turut duduk bersamanya di sekitar bendungan berdoa memohon pertolongan. Tidak lama kemudian, bendungan itu menjadi bangunan yang kokoh, seolah tidak ada yang bisa menghancurkannya. Melihat itu, warga bahagia dan Muqoyyim menikah dengan putri Kiai Entol, Nyi Ratu Randulawang.

Mbah Muqoyyim Seya merupakan cucu dari
Pangeran Cirebon dan Anjasmoro, putri dari Lebe Mangku Warbita Mangkunegara. Mbah Muqoyyim adalah pendiri Pondok Pesantren Buntet, Cirebon.

Fasilitas di Danau Setu Patok

Danau Setu Patok memiliki beberapa fasilitas yang membuat wisata semakin nyaman, seperti area parkir yang luas, Musala, kamar mandi/ toilet umum dan penginapan. Sementara disisi lain, objek wisata ini memiliki Ciwalk atau sebuah area wisata yang berada di tepi Setu.

Fasilitasnya meliputi pondok wisata, area outbound, camping area dan kolam renang. Terdapat pula lintasan ATV, area painball dan lain sebagainya. Anda bisa pula menemukan warung – warung kecil di sekitar lokasi untuk menikmati makanan ketika berkunjung.

Selain itu, fasilitas lainnya seperti tiket masuk gratis sehingga siapa pun pengunjung tak dikenakan biaya. Area parkir kendaraan bermotor juga disediakan di sana, sehingga tak perlu khawatir meninggalkan kendaraan ketika tengah menikmati keindahan dengan berjalan-jalan di pinggiran Setu Patok.

Banyak pula warga yang sengaja bersepeda datang ke Setu Patok. Mereka biasanya warga Cirebon yang berencana menikmati sunrise atau sunset di Setu Patok dengan mengendarai sepeda. Sebagai upaya olah tubuh yang menyehatkan dan mendapat pengalaman berkesan dengan keindahan Setu Patok.

Akses menuju Setu Patok pun cukup mudah. Bisa dengan mengikuti panduan google map, kita bisa dengan lancar menuju ke lokasi. Meski memang jalanan yang dilalui masih terdapat banyak banyak belokan, dan kondisi jalan yang kurang bagus. Namun, semua kelelahan selama dalam perjalanan, terbayarkan dengan pemandangan menakjubkan Setu Patok yang indah dan menawan.

Terlebih lagi menikmati langit senja di Setu Patok, memberikan kesan tersendiri bagi saya dan keluarga yang menyengaja mendatangi tempat ini. Walau masih satu wilayah, tapi kami hanya sesekali mengunjungi Setu Patok, itu pun saat musim kemarau, di mana kondisi Setu tengah kering.

Bagi warga luar daerah yang berencana berlibur ke wilayah Cirebon dan sekitarnya, tak ada salahnya memasukan Setu Patok ke dalam daftar wisata yang akan dikunjungi.

Tetap jaga kesehatan dan semoga Allah selalu memberikan perlindungan kepada kita semua di tengah pandemi yang masih melanda negeri.

Pict : Koleksi pribadi

Sumber Referensi : https://www.tempatwisata.pro/wisata/Danau-Setu-Patok

rumahmediagrup/bungamonintja

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.