Guru Merasa Stress Karena PJJ

Guru Merasa Stress Karena PJJ

Yaa Allah yaa Rabb, ijinkan sy mengeluh, buat aktifitas PJJ yang semakin membuat saya stress, dari 12 kelas yang patuh dengan perintah kalau digabung tidak sampai 3 kelas jumlahnya (ini di sekolah saya). I’m desperately nge-down. Curhatan status facebook saya, bagaimanapun hati sudah ditahan-tahan untuk tidak mengeluh.

Sampai saya WApri yang terlihat tidak peduli sama sekali, saya tanya apa permasalahannya tidak hadir (absen), kalau tak punya kuota boleh absen di WAG mapel saja, tidak usah sampai ke link absensi, juga yang tidak respon penjelasan dan instruksi. Lalu mau dibawa kemana generasi peserta didik kita?

Pak mentri, jangan sampai PJJ ini dipermanenkan, mungkin akan ada guru mengibarkan bendera putih tanda menyerah.

Teman satu MGMP dari lain kecamatan mengeluh seperti ini: “Sama bu, di kelas XI saya cuma berusaha menyelamatkan yang bisa diselamatkan. Bagi yang cuek sudah saya ultimatum. Walau masih saya kasih kesempatan. Saya video call juga satu-satu, bahkan ada saja yang decline WA saya. Untungnya kalau kelas 12 yang sudah kenal saya sebelumnya bisa dihitung jari yang mengabaikan kelas saya”.

Curhatan lain lagi “Dikirain saya yang pada males-malesan PJJ cuman di sekolahan saya Bu, ternyata di mana-mana ya, satu generasi sepertinya akan turun kualitas intelektualitasnya, maaf jika salah, hanya opini pribadi”.

Ada program piket guru untuk menemani peserta didik yang tak punya paket kuota internet, buat menggunakan fasilitas wifi sekolah, tapi bisa dihitung dengan jari kurang dari 20 dari sekian ratus siswa.

Ada program kunjungan rumah bersama guru BK menanyakan permasalahan sambil diberikan solusi bantuan pendidikan dari aneka jenis beasiswa, namun belum menunjukkan greget minat belajar yang menggembirakan.

Apakah salah kalau akhirnya guru juga butuh kondisi yang membuat tetap waras dalam kadar memberikan ilmu pengetahuannya, yang ia juga manusia biasa punya rasa lelah hayati, karena masih ada komentar miring ‘cuekin aja asal tetap menerima gaji’.

Justru dari gaji yang tetap kami terima ini kami ingin berbuat terbaik buat peaerta didik, aneka pelatihan daring pembelajaran dalam massa pandemi kami ikuti, pelatihan membuat video pembelajaran yang tak mudah bagi guru berusia menjelang sepuh.

Sedikit saja yang kami harap supaya orang tua berempati dengan mensupport anak-anak kita biar semangat dan tetap tekun di WAG kelas, sabar menunggu bantuan paket kuota dari pemerintah.

pic. koleksi pribadi

rumahmediagrup/isnasukainr

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.