Cinta Dunia

Cinta Dunia

Terpikat memang, serasa mata takjub melihat harga promo tas, sepatu, gamis dari merk yang lumayan tidak ecek-ecek. Semua menggiurkan buat diklik ‘Beli Sekarang’, tetapi semakin banyak yang ingin kita beli, semakin banyak hisabnya kelak.

Benar sekali kalau selama ini kita berprinsip *1 in, 1 or 2 out*, tetapi bukankah lebih baik besikap qona’ah dan membelanjakan uang kita lebih pada yang fii sabilillah. Kita lebih suka besedekah dan infaq untuk kepentingan agama Allah karena barang siapa yang menolong Allah (memudahkan urusan agama) maka Allah juga akan menolong urusan dunianya.

Juga seseorang yang menomorsatuka urusan akhirat sudah pasti kemudahan urusan dunianya terbawa serta, sebaliknya jika mementingkan keduniaan semata, maka dunia dan akhiratnya akan sia-sia belaka.

Orang yang cinta dunia melebihi cinta pada Allah, urusannya akan menjadi sulit. Namun,  jika seseorang mengutamakan akhirat, maka akan dipermudah segala urusannya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ كَانَتِ الآخِرَةُ هَمَّهُ جَعَلَ اللَّهُ غِنَاهُ فِى قَلْبِهِ وَجَمَعَ لَهُ شَمْلَهُ وَأَتَتْهُ الدُّنْيَا وَهِىَ رَاغِمَةٌ وَمَنْ كَانَتِ الدُّنْيَا هَمَّهُ جَعَلَ اللَّهُ فَقْرَهُ بَيْنَ عَيْنَيْهِ وَفَرَّقَ عَلَيْهِ شَمْلَهَ وَلَمْ يَأْتِهِ مِنَ الدُّنْيَا إِلاَّ مَا قُدِّرَ لَهُ

“Barangsiapa yang niatnya adalah untuk menggapai akhirat, maka Allah akan memberikan kecukupan dalam hatinya, Dia akan menyatukan keinginannya yang tercerai berai, dunia pun akan dia peroleh dan tunduk hina padanya. Barangsiapa yang niatnya adalah untuk menggapai dunia, maka Allah akan menjadikan dia tidak pernah merasa cukup, akan mencerai beraikan keinginannya, dunia pun tidak dia peroleh kecuali yang telah ditetapkan baginya.” (HR. Tirmidzi, dari Anas bin Malik)

Kita berusaha sekuat tenaga agar dapat menghindari cinta dunia, hendaklah selalu qona’ah atau menerima dengan yang sedikit, apa saja yang diberikan oleh Allah. Kemudaian mendahulukan ridha Allah daripada hawa nafsu, keluarga dan kepentingan dunia. Bersikap sabar dan berharap terhadap kenikmatan yang begitu banyak di surga.

Wujud  cinta dunia akan menjadikan hati lalai dari mengingat akhirat sehingga kurang dalam beramal shalih. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ أَحَبَّ دُنْيَاهُ أَضَرَّ بِآخِرَتِهِ وَمَنْ أَحَبَّ آخِرَتَهُ أَضَرَّ بِدُنْيَاهُ فَآثِرُوا مَا يَبْقَى عَلَى مَا يَفْنَى

“Siapa yang begitu gila dengan dunianya, maka itu akan memudaratkan akhiratnya. Siapa yang begitu cinta akhiratnya, maka itu akan mengurangi kecintaannya pada dunia. Dahulukanlah negeri yang akan kekal abadi (akhirat) dari negeri yang akan fana (dunia).” (HR. Ahmad, dari Abu Musa Al Asy’ari)

#Self_reminder
pic: Fb Sofiyah
source: https://minanews.net/bahaya-cinta-dunia/

rumahmediagrup/isnasukainr

4 comments

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.