Tiba-tiba saja Part-4

Kamu di Hadapanku
Karya Nurilatih

Di tempat ini kita bertemu. Meski sebenarnya aku tidak tahu jelas bahwa itu adalah dirimu. Ekspresi dengan full senyuman seperti biasa kamu lakukan Tiba-tiba instingku mengatakan itu adalah kamu dan secara spontan jari-jari tanganku menarik rem dan berhentilah motorku di bibir jalan yang sedikit ramai. Aku memandangmu dengan menunggu untuk memastikan apakah benar yang ada di pikiranku, itu adalah kamu. Aku berharap kendaraan yang berlalu lalang tidak membuat aku kehilangan kepastian dari pandanganku.

Setelah dirimu sampai di tengah jalan dan mata sipitmu membinarkan cahaya kerinduan seperti saat itu, kumatikan mesin motor. Tanpa menunggumu tepat di hadapanku dan tanpa diminta, kuulurkan tanganku. Kemudian tanpa ragu pula engkau menerima. Kita berjabatan tangan, menanyakan kabar. Kerinduan melupakan semua yang ada di sekitar. Senyum ramahmu masih tetap menghiasi wajahmu yang selalu lucu di mataku. Haha… Bagaimana tidak, sedikit saja kamu tertawa, kutinggalkan dirimu kamu tidak akan tahu. Hehe… Matamu terlalu sipit saudara! Sungguh kedekatan yang penuh kesan. Andai dirimu di antara ribuan orang, jika aku sudah melihat mata sipitmu, aku akan menyibaknya dan menemuimu. Itu yang selalu terjadi selama ini. Saat ini kau di hadapanku. Dengan suara sedikit sengau, kau katakan minta maaf kepadaku. Aku tersenyum, apa yang bisa kumaafkan dari dirimu? Manusia baik. Tak ada satu pun kamu punya salah padaku. Kamu baik, ramah, tak pernah mencela orang lain, tak pernah menilai orang, tak pernah cemberut. Sesibuk apa dirimu, di hari raya, kursiku selalu ada dirimu duduk bersama istri untuk silaturahim.

Hari ini, Covid 19 merenggut nyawamu. Menyemayamkan kerinduan kita. Protokol kesehatan tak lagi memberi kesempatan untuk siapa pun memandang jasadmu. Terbalut di balik plastik. Kalau boleh aku memohon, aku ingin bendung air mata ini, untuk menuntut kebenaran yang hadir dari informasi yang kudapat. Kamu sakit sudah 8 hari, tidak pernah keluar. Wajahmu kurus dan bicaramu tak jelas karena stroke. Benarkah informasi ini? Sedangkan aku bertemu kamu 6 hari yang lalu, kau dalam keadaan sehat, bahkan full senyuman… cerah, tidak kurus, tidak tampak sakit. Info lain, kamu selalu disiplin pakai masker, sedangkan waktu kita bertemu kamu tidak pakai masker. Itu kan sebabnya, aku bisa dengan bebas melihat senyumanmu. Lalu… Yang dipertemukan denganku 6 hari yang lalu di jalan dan bercengkerama ? Itu siapa? Kamu? Bukankah kamu sakit dan tidak keluar? Lalu siapa?

Wallahu a’lam bishawab. Semoga Husnul khatimah 🤲🏻

2 comments

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.