5 Ciri Kamu Mengamalkan Toleransi Antar Umat Beragama

5 ciri kamu mengamalkan toleransi antar umat beragama.

Teman-teman, tahu tidak, saat ini, saat aku menorehkan tulisan ini, bertepatan dengan perayaan salah satu agama di Indonesia.

Ngomongin masalah agama, kadang bisa jadi sensitif, ya. Jangankan dengan yang berbeda agama, dengan yang beragama sama pun seringkali ditemukan perbedaan pendapat.

Padahal, seperti yang kita ketahui, bukankah Indonesia ini Bhinneka Tunggal Ika. Terdiri dari berbagai keberagaman namun intinya kita tetap satu.

Sudah ada ragam suku, budaya, tak lupa juga ada keragaman agama yang diakui di negara kita tercinta, Indonesia. Oleh karenanya, penting sekali memiliki rasa toleransi yang tinggi.

Lalu, apa saja cirinya kamu mempunyai rasa toleransi terhadap penganut agama lain? Simak dulu, yuk:

1. Berteman dengan siapapun, tanpa memandang perbedaan agama.

Seperti yang kuungkapkan di awal, terdapat keragaman di Indonesia. Sebagai manusia, kita tak bisa hidup sendiri. Kita pasti membutuhkan orang lain. Nggak menutup kemungkinan, suatu saat kita juga butuh seorang yang beragama beda dengan kita.

Makanya, jangan sampai kamu pilih-pilih teman, ya. Bertemanlah dengan siapapun.

Bahkan sedari kecil, ada mata pelajaran tentang perbedaan antar manusia yang selayaknya kita terima.

Jadi, kalau kamu masih pilih-pilih teman, perlu dipertanyakan tuh, dulunya lulus SD, nggak? Waduh. 😁

2. Membiarkan pemeluk agama lain membangun tempat ibadahnya.

Tentu saja. Setiap agama pasti memerlukan tempat ibadah. Pembangunannya sendiri hendaknya dilindungi oleh pemerintah. Disesuaikan dengan kondisi penduduknya.

Misalnya, di provinsi Bali yang mayoritas penduduknya beragama Hindu, tentu saja perlu tempat ibadah untuk agama tersebut. Meski begitu, tetap ada tempat ibadah untuk agama lainnya, karena ada juga penduduk Muslim, Nasrani, dan sebagainya di sana.

3. Membiarkan pemeluk agama lain merayakan ritual agamanya.

Berbeda agama berbeda pula ritualnya. Dengan perbedaan itu selayaknya kita saling menghargai.

Aku beri satu contoh, di tempat kerjaku sendiri. Ada seorang teman yang beragama Kristen. Dia selalu bersikap toleransi mempersilakan rekan kerjanya yang Muslim melaksanakan salat atau berbuka puasa, ketika waktunya tiba.

Begitu pula, seperti saat ini, adanya perayaan hari Natal, maka jadwal kerja kami yang shift-shiftan, diatur sedemikian rupa sehingga teman yang merayakannya tak perlu bekerja, alias libur.

Nah, itu salah satu contoh toleransi di tempat kerjaku sendiri.

4. Bersikap adil kepada seluruh manusia.

Ini dia. Ada yang bilang, adil itu sulit. Harus bisa bersikap obyektif, tidak hanya melihat satu sisi saja.

Salah satu contoh, dalam menolong sesama. Jika ada teman kita yang terkena musibah, tidak pandang agamanya apa, kita harus menolongnya, semampu kita.

Begitu juga, dalam bermusyawarah. Semua pendapat peserta harus didengarkan. Bukan hanya memenangkan kaum tertentu saja. Tapi harus menemukan win-win solution yang adil.

5. Menghadiri undangan jika kamu diundang meski oleh teman yang berbeda agama.

Nah, ini juga penting ya. Bagaimana perasaanmu jika mengadakan acara, mengundang teman-teman, namun hanya sedikit yang hadir. Seharusnya kita bersikap adil. Jangan pilih-pilih, mau datang ke acara tertentu saja. Selagi tidak ada halangan, nggak ada salahnya ikut serta hadir, selagi itu bukan undangan ritual keagamaan yang bertentangan dengan agama kita.

Lantas, bagaimana kalau kita mengkhawatirkan hidangan makanannya? Nah, karena Indonesia terdiri dari keberagaman, maka sebagai tuan rumah selayaknya dari awal memperhatikan hal ini. Bisa dengan menyajikan dua macam hidangan, atau sekalian saja cari yang aman untuk semuanya.

Kalau sebagai tamu kita masih ada kekhawatiran bagaimana? Ya, minimal kita hadir di acaranya, itu saja sudah cukup membahagiakan si pengundang. Bukan begitu?

Nah, itu dia 5 sikap toleransi terhadap penganut agama berbeda. Seperti pelangi yang memiliki beragam warna, perbedaan itu indah, bukan?

Lagipula, bukankah dengan adanya keragaman agama di Indonesia dan ritual yang berbeda, ikut memberi andil memperbanyak hari libur nasional kita? Horeee! 😄😄

Last but not least, di bawah ini adalah salah satu bukti solidaritas yang pernah kupraktikkan. Waktu itu, aku diajak bergabung dalam tim bersama teman-teman berbagai negara berbeda untuk berkolaborasi menyanyikan lagu dalam suatu kompetisi. Tak hanya pada perbedaan agama, bahkan perbedaan bangsa. Coba kalau teman-teman tengok fotoku di sini, sudah kayak bangsa Latin belum? Hihihi 😁

Pengalaman berkolaborasi dengan teman-teman bangsa Latin

rumahmediagrup/emmyherlina