5 Tips Redakan Nyeri Kontraksi Persalinan

5 Tips Redakan Nyeri Kontraksi Persalinan

Memasuki trimester ketiga kehamilan dan semakin mendekati hari perkiraan persalinan, seringkali timbul beberapa kekhawatiran menjelang proses melahirkan. Salah satunya adalah kekhawatiran akan rasa sakit saat melahirkan. Kekhawatiran ini bukan hanya terjadi pada ibu hamil yang akan melahirkan anak pertamanya, namun juga pada ibu hamil yang mengalami trauma kesakitan saat persalinan sebelumnya.

Rasa sakit terjadi karena otot rahim berkontraksi dengan kuat untuk mengeluarkan bayi. Selain itu, kepala bayi yang mau keluar pun menekan kandung kemih dan perut ibu. Tak ketinggalan pula pembukaan jalan lahir. Rasa nyeri ini terutama dirasakan pada bagian punggung hingga ke pinggang, perut bagian bawah, dan pangkal paha.

Sebagian orang merasa tidak kuat menahan rasa sakitnya, sehingga mereka meminta pemberian obat penghilang nyeri untuk mengatasinya. Padahal sebenarnya ada cara alami yang bisa dilakukan untuk mengurangi rasa nyeri selama proses persalinan. Caranya pun mudah dan bisa diterapkan sendiri atau meminta bantuan orang lain.

1. Pijatan
Salah satu cara mengurangi rasa sakit saat kontraksi yang mudah adalah dengan pijatan atau tekanan yang konsisten dan mengarah ke bawah. Saat dipijat ibu hamil bisa duduk menghadap sandaran kursi atau memeluk bantal. Minta bantuan pasangan untuk memijat bagian punggung dan pinggul. Pijatan juga bisa membuat rileks dan membantu merangsang tubuh melepaskan hormon yang bisa membuat ibu hamil merasa lebih baik, yaitu hormon endorfin.

2. Kehangatan
Menempelkan sesuatu yang hangat pada tubuh bisa mengurangi ketegangan pada otot serta meringankan rasa sakit saat kontraksi. Caranya mudah, isi botol dengan air panas, balut botol tersebut dengan handuk, lalu tempelkan pada tubuh. Bisa juga dengan mengompres bagian yang terasa sakit, seperti di antara bagian belakang vagina dan perineum menggunakan handuk yang telah direndam air hangat.

3. Atur pernapasan
Konsentrasi pada napas dapat mengalihkan fokus dari rasa nyeri, otot-otot menjadi rileks, dan ketegangan mengendur. Tarik napas dalam-dalam dari hidung saat mulai kontraksi, lalu hembuskan secara perlahan-lahan melalui mulut. Saat itu, tubuh dan pikiran akan terasa lebih rileks.

4. Ubah posisi
Mengubah posisi saat melahirkan merupakan salah satu cara efektif meredakan nyeri saat kontraksi. Duduklah bersandar di dinding, di kursi, atau pada tubuh suami. Saat mengubah posisi tubuh, jangan lupa untuk berpegangan pada sesuatu yang kokoh agar tidak terjatuh.

5. Pikirkan hal-hal yang menyenangkan
Saat kontraksi, tubuh memproduksi hormon oksitosin. Hormon ini juga diproduksi saat kita sedang jatuh cinta, atau saat merasa aman. Hormon ini sebenarnya hormon yang intim, namun rasa takut yang berlebihan bisa menghambatnya. Jangan terfokus pada rasa sakit yang dirasakan. Pikirkan hal-hal positif, seperti perjumpaan dengan sang buah hati setelah penantian selama sembilan bulan lamanya.

Rasa takut yang berlebihan sebelum persalinan malah akan meningkatkan rasa nyeri. Yakinkan diri dengan mengucapkan kalimat afirmasi (kata-kata positif), yang menyatakan bahwa melahirkan adalah proses alami yang bisa dilakukan semua perempuan. Keinginan kuat untuk bersalin secara normal bisa mendorong kita untuk menekan rasa takut dan lebih berani menghadapinya.

Selamat menyambut sang buah hati. Saatnya semua lelah melebur menjadi kebahagiaan. Menjadi sebuah awal dari hari-hari yang penuh cinta ❤❤❤

rumahmediagrup/arsdiani

2 comments

Comments are closed.