6 Filsafat Penulis Hebat Bagian 2

Al-farabi

Al-Farabi lahir di Farab pada tahun 870 M dan wafat di Aleppo (Suriah) pada tahun 950 M. Nama lengkapnya adalah Abu Nasr Muhammad bin Muhammad bin Tarkhan bin Uzlag al-Farabi. Ia selalu berpindah tempat dari waktu ke waktu. Ia dikenal rajin belajar serta memiliki otak yang cerdas.

Al-Farabi banyak belajar agama, bahasa Arab, bahasa Turki, dan bahasa Persi. Setelah dewasa, ia pindah ke Baghdad dan tinggal di sana selama 20 tahun serta mempelajari filsafat, logika, matematika, etika, ilmu politik, dan musik. Al-Farabi mengarang beberapa buku dalam berbagai bidang di antaranya logika, fisika, ilmu jiwa, kimia, ilmu politik, dan musik.

Dua karya yang termasyur adalah al-Jam’u Baina Ra’yi al-Hakimaini (mempertemukan dua pendapat filsuf, Plato dan Aristoteles) dan Uyun al-Masail (pokok-pokok persoalan). Pendapat Al Farabi tentang negara ada lima bentuk negara, yaitu; negara utama, negara orang-orang bodoh, negara orang-orang fasik, negara yang berubah-ubah, dan negara sesat.

  1. Negara utama adalah negara yang penduduknya berada dalam kebahagiaan. Bentuk negara ini dipimpin oleh para nabi dan dilanjutkan oleh filsuf.
  2. Negara orang-orang bodoh adalah negara yang penduduknya tidak mengenal kebahagiaan.
  3. Negara orang-orang fasik adalah negara yang penduduknya mengenal kebahagiaan, tetapi tingkah laku mereka sama dengan penduduk negara orang-orang bodoh.
  4. Negara yang berubah-ubah, penduduk negara ini awalnya mempunyai pikiran dan pendapat seperti yang dimiliki penduduk negara utama, tetapi mengalami kerusakan.
  5. Negara sesat adalah negara yang pemimpinnya menganggap dirinya mendapat wahyu. Ia kemudian menipu orang banyak dengan ucapan dan perbuatannya

Ibnu Sina

Ibnu Sina memiliki nama asli Abu al-Husain bin Abdullah. Ia dilahirkan di Afsyanah, Bukhara pada tahun 890 M dan meninggal di Hamdan pada tahun 1037 M. Ia merupakan seorang dokter dan filsuf Islam yang ternama. Di Barat ia dikenal dengan nama Avicenna. Sejak kecil, Ibnu Sina mempelajari Al-Qur’an dan ilmu-ilmu agama. Setelah itu, ia mempelajari matematika, logika, fisika, geometri, astronomi, metafisika, dan kedokteran.

Ibnu Sina meninggalkan tidak kurang dari 200 karya tulis. Kebanyakan tulisan itu menggunakan bahasa Arab, sedangkan sebagian lain menggunakan bahasa Persia. Buku-bukunya yang terkenal, antara lain seperti berikut :

Asy-Syifa’ (Penyembuhan). Sebuah buku yang menjadi literatur penting dalam dunia kedokteran di Eropa. Al-Qanun fit-Tibb (Peraturan-peraturan dalam Kedokteran), Al-Isyarat wa at-Tanbihat (Isyarat dalam Penjelasan), Mantiq al-Masyriqiyyin (Logika Timur), ‘Uyun al Hikmah (Mata air Hikmah).

rumahmedia/deejaysupriyanto