7 Tips Meningkatkan Daya Tahan Tubuh Anak

7 Tips Meningkatkan Daya Tahan Tubuh Anak

Penyakit flu dan batuk merupakan penyakit yang seringkali menghampiri anak-anak. Hal ini tentu saja membuat para orang tua harus pandai mencari cara dalam meningkatkan daya tahan tubuh atau sistem imun di dalam tubuh anak.

Setiap anak lahir ke dunia dengan sistem kekebalan tubuh yang belum sempurna. Perlahan, kemampuan imunitas tubuh dalam melawan kuman, virus, dan organisme jahat lain akan bertambah, terutama ketika anak sakit.

Sakit di usia anak-anak sebenarnya adalah bagian dari melatih daya tahan tubuh. Normalnya anak-anak bisa sakit selama 8 kali dalam setahun. Penyebabnya bisa karena flu, batuk, atau infeksi telinga.

Meski begitu, ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk meningkatkan daya tahan tubuh anak dalam melawan penyakit. Berikut ini tipsnya :

1. Berikan ASI dan imunisasi

Pada bayi yang baru lahir, ASI merupakan makanan utama sebagai antibodi yang meningkatkan sistem kekebalan tubuh pada bayi. Kolostrum, cairan encer berwarna kekuningan yang keluar ketika menyusui beberapa hari pertama setelah persalinan, mengandung zat pelawan penyakit yang sangat kuat.

Memberikan ASI merupakan cara terbaik untuk meningkatkan daya tahan tubuh anak terutama pada bayi dan balita. Sebab, ASI mengandung komponen yang mampu meningkatkan antibodi dan sel darah putih.

Berikan imunisasi sejak bayi baru lahir dan lengkapi imunisasi dasar sampai bayi berusia 9 bulan, maksimal hingga anak berusia 1 tahun. Imunisasi memberikan kekebalan terhadap penyakit-penyakit menular tertentu, dan mencegah anak dari terjangkit penyakit-penyakit berbahaya serta meminimalisir gejala saat tertular penyakit tersebut.

2. Konsumsi sayur dan buah

Ketika bertambah usia, paduan sayur dan buah sangat baik bagi kesehatan dan perkembangan tubuhnya. Buah dan sayur yang banyak mengandung vitamin C terbukti dapat meningkatkan produksi sel darah putih yang melawan virus.

Beberapa sayur dan buah juga mengandung fitonutrien yang dapat meningkatkan daya tahan tubuh anak. Terlebih zat fitronutrien terbukti dapat memperbanyak produksi sel darah putih dan interferon untuk melawan infeksi bakteri dan virus.

Selain itu, konsumsi buah dan sayuran secara teratur juga melindungi penyakit kronik di usia dewasa.

3. Usahakan anak tidur cukup

Seperti halnya pada orang dewasa, anak-anak yang kurang tidur juga akan lebih gampang tertular penyakit. Sebab, kurang tidur dapat mengurangi jumlah sel penangkal penyakit di dalam tubuh.

Berapa waktu tidur yang diperlukan anak?

Bayi baru lahir butuh waktu tidur 18 jam sehari, balita perlu 12-13 jam, dan anak prasekolah perlu tidur 10 jam setiap hari. Hal ini penting diterapkan, agar anak dapat me-recharge energi dan membantu meningkatkan daya tahan tubuh anak.

Bila anak tak terbiasa tidur siang, majukan waktu tidur malamnya lebih awal.

4. Ajak anak berolahraga bersama

Olahraga merupakan salah satu cara alami yang paling ampuh untuk meningkatkan daya tahan tubuh anak, apalagi jika rutin dilakukan. Olahraga bisa meningkatkan sel pembunuh kuman alami dalam tubuh, menguatkan otot jantung, serta memperkuat tulang dan otot tubuh. Sehingga secara otomatis tubuh menjadi lebih kuat menangkal serangan penyakit.

Untuk membuat anak menyukai olahraga, ajak si kecil melakukan kegiatan olahraga bersama. Aktivitas menyenangkan seperti jalan kaki, bersepeda, atau berenang, yang dilakukan bersama anggota keluarga akan disukai anak-anak.

5. Menjaga kebersihan diri dan lingkungan sekitar

Jaga kebersihan lingkungan sekitar anak untuk mencegah kuman berkeliaran. Buang sampah pada tempatnya, pastikan juga kebersihan mainan, jaga kebersihan binatang peliharaan dan kandangnya.

Ajarkan anak-anak mencuci tangan dengan sabun, baik sebelum maupun sesudah makan, setelah bermain di luar, setelah memegang hewan peliharaan serta setelah melakukan kegiatan lain yang memungkinkan mereka terkena kuman.

6. Jauhkan dari asap rokok

Rokok mengandung lebih dari 4000 toksin yang bisa mengiritasi atau membunuh sel dalam tubuh. Anak-anak juga lebih rentan pada efek berbahaya dari asap rokok karena mereka bernapas lebih kuat, dan sistem detoksifikasi dalam tubuhnya belum berkembang sempurna.

Asap berbahaya ini dapat mengiritasi organ pernapasan anak, sehingga membuat mereka lebih rentan mendapatkan efek negatifnya, seperti bronkitis atau asma.

Nah, mulai sekarang apabila ada anggota keluarga di rumah yang merokok, sebaiknya beri pengertian agar aturan merokok hanya boleh dilakukan di luar rumah, atau hentikan kebiasaan merokok lebih baik dilakukan. Hal ini untuk menghindari anak dari terpapar asap rokok.

7. Rutin memeriksa kesehatan anak, dan berhati-hati dengan penggunaan antibiotik

Pergi ke dokter bukan hanya ketika anak sedang sakit, periksakan kesehatan tubuh anak secara berkala. Ini dilakukan untuk mengecek kemungkinan terjadinya penyakit yang gejalanya seringkali disepelekan.

Cara termudah untuk memantau kesehatan serta tumbuh-kembang bayi dan balita adalah dengan rutin membawa mereka ke Posyandu setiap bulan.

Ketika anak sakit, Anda tidak boleh memaksakan dokter untuk memberikan antibiotik. Hingga saat ini, ternyata masih banyak orang tua yang salah tanggap terhadap manfaat dari obat antibiotik. Penting diingat bahwa saat anak terserang flu, batuk dan diare tak lantas langsung membutuhkan obat antibiotik.

Bila anak menderita penyakit yang tidak disebabkan oleh bakteri sebaiknya tidak perlu diberi obat tersebut. Bila anak mendapat obat antibiotik dari dokter, maka tepatilah aturan pakainya. Antibiotik harus diminum sampai habis untuk menghindari terjadinya resistensi bakteri. Jangan sekali-kali membeli antibiotik sembarangan tanpa resep dokter, karena penggunaan antibiotik yang tidak tepat justru malah menjadikan bakteri resisten terhadap obat.

rumahmediagrup/arsdiani