9 Tips Memilih Nama Anak

9 Tips Memilih Nama Anak

Salah satu keseruan selama masa penantian kehadiran sang buah hati adalah saat hendak menentukan nama yang akan diberikan untuknya. Orang tua akan sibuk mencari nama yang paling baik, karena nama tersebut akan terus melekat pada diri anak. Nama yang baik adalah hadiah terindah untuk anak, karena memberikan nama sama halnya meletakkan doa atau harapan padanya.

Seringkali calon orang tua merasa bingung dan kesulitan menentukan nama. Di antaranya adalah karena adanya banyak masukan dari pihak lain. Berikut ini adalah beberapa tips yang dapat membantu memudahkan dalam memilih nama anak :

1. Manfaatkan internet untuk mencari ide
Ada banyak laman yang menyediakan pilihan nama-nama bayi perempuan maupun laki-laki. Kita bisa menambah ide-ide nama. Sekaligus juga mengetahui arti dari masing-masing nama tersebut.

2. Mencari ide dari nama tokoh/bahasa tertentu
Apakah ingin menyerupai nama tokoh terkenal? Misalnya nama tokoh dalam sejarah Islam, selebritis, ilmuwan, dan sebagainya. Apakah ingin suatu nama yang memiliki makna tertentu? Misalnya ‘Nur’ dalam bahasa Arab yang berarti cahaya, dan lainnya.

3. Jelas laki-laki atau perempuan
Memberikan nama yang feminin untuk anak laki-laki, atau sebaliknya nama lelaki untuk anak perempuan dapat memancing ledekan teman-temannya di masa sekolah. Di dunia pencarian kerja, sedikit banyak akan menyulitkan juga terutama untuk pekerjaan yang mensyaratkan jenis kelamin tertentu. Nama yang sesuai dengan jenis kelamin anak juga tentunya berpengaruh dalam pembentukan karakter serta perkembangan jati dirinya kelak.

4. Jangan terlalu panjang
Nama yang terdiri dari 4 kata sudah kepanjangan. Sebaiknya 2 atau 3 kata saja sudah cukup. Jika nama anak mengandung suku kata yang panjang, ada baiknya juga ditentukan nama panggilan yang terdiri dari 1-2 suku kata saja.

5. Jangan memilih nama yang sulit diingat dan dilafalkan
Seorang psikolog bernama Adam Alter dari New York University mengungkapkan bahwa kita lebih menyukai nama yang lebih mudah dipahami oleh otak kita. Penelitian lain oleh Alter di tahun 2005 menemukan bahwa perusahaan dengan nama yang lebih sederhana dan logo tebal cenderung memiliki performa lebih baik di bursa saham. Hasil penelitian ini dapat kita kaitkan dengan nama anak dan masa depannya di sekolah dan di dunia kerja.

6. Jangan memiliki arti negatif dalam bahasa lain, atau mirip dengan kata berkonotasi negatif
Terkadang, nama yang sama dapat memiliki arti yang bertolak belakang pada bahasa lain. Berhati-hatilah agar tidak memilih nama dengan arti negatif. Kita harus pikirkan juga agar nama anak kita sulit “diplesetkan” menjadi nama jelek yang menjadi bahan olok-olok di antara teman-temannya..

7. Dengarkan suara saat nama diucapkan
Saat memilih sebuah nama, coba pikirkan apakah nama tersebut terdengar menyenangkan atau sebaliknya.

8. Perhatikan singkatan nama atau inisial
Biasanya nama lengkap seseorang terdiri dari dua atau tiga suku kata, dan setiap huruf awalan suku kata tersebut bisa dijadikan inisial. Beberapa inisial nama anak yang digabungkan akan terdengar buruk dan membuatnya malu. Bahkan mendapatkan olok-olok dari teman-temannya di sekolah.

9. Konsultasi dengan orang lain
Orangtua bisa menjadi pilihan pertama tempat berkonsultasi. Siapa tahu mereka punya informasi mengenai kekeliruan dari nama anak yang kita pilih, misalnya nama yang diambil tidak sesuai dengan kultur keluarga maupun daerah. Atau konsultasi dengan pemimpin agama, siapa tahu nama yang diambil dari kitab suci itu memiliki latar belakang yang kurang baik.

Langkah terakhir, tetapkan pilihan, dan jangan takut memberi nama anak. Meski orang lain boleh memberikan masukan, namun pemilihan nama anak adalah hak orang tua. Yakinlah bahwa nama yang kita berikan adalah hadiah sekaligus doa terbaik bagi sang buah hati.

rumahmediagrup/arsdiani