9 Tips Mengajarkan Anak Berpuasa Ramadan

9 Tips Mengajarkan Anak Berpuasa Ramadan

Ramadan di depan mata, sudah sampai mana persiapan kita? Di bulan Ramadan, atau disebut juga sebagai bulan puasa, umat Muslim menjalankan ibadah puasa selama sebulan penuh. Tentunya selain persiapan jasmani, persiapan rohani juga penting kita lakukan agar ibadah Ramadan dapat dikerjakan dengan penuh makna.

Sebagai orang tua, adalah tanggung jawab kita untuk menyampaikan ajaran agama kepada anak-anak kita. Salah satunya adalah mengajarkan ibadah puasa Ramadan. Anak yang belum memasuki usia balig memang belum diwajibkan untuk menjalankan puasa Ramadan. Namun, tidak ada salahnya orang tua memperkenalkan anak pada ibadah puasa Ramadan sejak dini.

Mengajarkan puasa pada anak sejak dini sebaiknya dilakukan secara bertahap. Bagaimana caranya? Nah, ini dia tipsnya :

  1. Mengajarkan anak tentang Rukun Islam
    Puasa merupakan salah satu dari lima Rukun Islam. Penting sekali menanamkan ajaran agama terlebih dahulu kepada anak. Hasilnya mereka akan dapat memahami, menghayati, dan mengamalkan ibadah yang mereka pelajari dengan baik.
  2. Menjelaskan konsep puasa
    Jelaskan maksud, manfaat, dan keutamaan puasa Ramadan kepada anak, dengan menggunakan bahasa yang mudah dimengerti. Tidak perlu menakut-nakuti anak mengenai dosa dan neraka jika tidak berpuasa. Salah satu cara mengasyikkan untuk menjelaskan konsep puasa adalah dengan membacakan buku bertema ibadah puasa.

  1. Tidak memaksa
    Pastikan anak memang siap secara fisik dan psikis untuk ikut berpuasa. Jangan memaksanya, karena akan membuatnya jadi tidak menyukai ibadah ini. Sebaiknya orang tua melatih anaknya untuk ikut berpuasa sejauh kemampuan usia anak. Tidak memaksa anak untuk berpuasa sehari penuh bila anak tidak sanggup, karena anak-anak belum berkewajiban untuk berpuasa.
  2. Ajarkan sejak dini dan mulai secara bertahap
    Kita dapat melatih anak-anak agar berpuasa sejak dini. Latih anak berpuasa secara bertahap sesuai dengan kemampuan fisik anak. Melatih anak puasa Ramadan dapat dimulai pada usia 5 tahun dengan berpuasa setengah hari terlebih dahulu, kemudian dilanjutkan puasa penuh satu hari dalam satu bulan.
    Awali dengan puasa hingga waktu Zuhur dahulu selama beberapa hari, kemudian jika anak sudah merasa kuat, boleh mencoba berpuasa hingga Magrib. Bisa juga dilatih untuk berpuasa hingga Zuhur, makan siang dulu, lalu melanjutkan puasanya hingga Magrib. Jika anak meminta makan karena mereka telah merasa lapar, kita dapat memberikan pengalihan perhatian dengan mengajak bermain atau melakukan kegiatan yang menyenangkan.
    Sekali lagi, melatih puasa ini perlu disesuaikan dengan kemampuan dan kondisi anak. Ada yang melatih puasa Ramadan dari mulai usia 5 hingga 10 tahun. Hal ini dilakukan agar anak-anak nantinya terbiasa dalam melakukan ibadah puasa Ramadan.
  3. Memberi contoh
    Orang tua memberikan contoh dalam berpuasa wajib selama satu bulan yaitu pada saat bulan Ramadan. Saat kita sedang menjalankan puasa, pasti muncul serangkaian pertanyaan dari anak tentang diri kita yang tidak makan dan minum. Hal ini menimbulkan rasa penasaran, sehingga anak ingin mencobanya sendiri.
    Membiasakan anak bangun untuk sahur selama bulan Ramadan dan berhenti makan saat Imsak. Setelah itu melaksanakan salat Subuh bersama keluarga merupakan bentuk kebiasaan-kebiasaan yang akan ditiru anak-anak hingga mereka dewasa.
  4. Mengajarkan anak untuk menghormati orang yang sedang berpuasa
    Jika anak tidak sanggup melakukan ibadah puasa, mereka diajarkan bagaimana caranya untuk menghormati orang yang sedang berpuasa. Seperti tidak makan dan minum di hadapan orang yang sedang berpuasa.
  5. Memastikan nutrisi anak tercukupi selama berpuasa
    Sebagai orang tua, kita perlu memastikan bahwa anak mengonsumsi makanan sehat dengan komposisi karbohidrat, protein, sayuran dan buah yang sesuai. Serta mencukupi kebutuhan gizinya setiap hari. Mengajarkan anak untuk berpuasa tidak terlepas dari mengajarkan pentingnya sahur dan berbuka dengan asupan gizi yang baik untuk kesehatannya.
  6. Mengisi waktu dengan aktivitas seru
    Saat anak sudah bisa mencoba menjalankan puasa dengan durasi waktu yang lama, yaitu sampai waktu Magrib, waktu menunggu berbuka bisa terasa sangat membosankan baginya. Agar anak tetap semangat melanjutkan puasanya hingga Magrib, kita perlu menyiapkan berbagai aktivitas seru untuk mengisi waktu. Membaca buku, bermain sambil belajar dengan berbagai mainan edukatif, memasak dan menyiapkan bersama santapan untuk berbuka puasa, adalah beberapa aktivitas seru yang bisa dilakukan.
  1. Memberikan penghargaan
    Saat mengajarkan anak untuk ikut menjalankan ibadah puasa, kita perlu memberikannya apresiasi atas pencapaiannya. Memberikan penghargaan kepada anak-anak jika mereka dapat menyelesaikan puasa mereka dalam sehari atau sebulan penuh, akan membuat mereka lebih bersemangat dalam menjalankan puasa.
    Tidak melulu hadiah, cukup dengan memberikan pujian dan mengatakan bahwa dirinya adalah anak yang hebat dan salih. Cara sederhana ini akan membuat anak senang dan semakin semangat untuk berpuasa. Bisa juga dengan menyediakan makanan kesukaan anak saat waktunya berbuka. Jangan lupa untuk tetap memilihkan makanan sehat yang mengandung nutrisi penting bagi anak.

Yang paling penting ditekankan pada pelatihan dan pembiasaan puasa pada bulan Ramadan ini adalah penanaman tauhid dalam diri anak. Jadikan diri kita, orang tua, sebagai teladan yang baik untuk ditiru oleh anak-anak kita. Semoga Allah SWT mudahkan kita semua dalam menjalankan ibadah Ramadan. Aamiin.

rumahmediagrup/arsdiani

One comment

Comments are closed.