Wuling Air EV

Wuling Air EV: Harga, Spesifikasi, Pajak, dan Tips Beli di Indonesia (2026)

Kalau rutinitas Anda banyak di kota, satu hal yang sering bikin capek itu bukan jaraknya, tapi polanya. Berhenti, jalan, berhenti lagi. Parkir mepet. Kadang hujan. Kadang macet panjang. Di situ, Wuling Air EV sering muncul sebagai opsi mobil listrik mungil yang fokusnya memang untuk kebutuhan harian di area urban.

Artikel ini merangkum hal yang paling sering ditanya orang saat mencari Wuling Air EV: harga OTR, varian, spesifikasi inti, jarak tempuh, lama pengisian daya, sampai pajak dan konteks insentif di Indonesia.

TL;DR

Wuling Air EV 2026 dijual dalam varian Lite 200, Lite 300, dan Pro 300 dengan kisaran OTR Jakarta sekitar Rp214–307 jutaan. Jarak tempuh klaim pabrikan ada di 200 km atau 300 km tergantung baterai 17,3 kWh atau 26,7 kWh. Pengisian bisa sekitar 8,5–11 jam (2,2 kW) atau sekitar 4 jam (6,6 kW) dari 20% ke penuh, tergantung perangkat dan daya listrik rumah.

Harga Wuling Air EV Terbaru dan Pilihan Varian (OTR Indonesia)

Buat banyak pembeli, urutannya sederhana: lihat harga, cocokkan varian, baru bicara detail lain. Di laman resmi, Wuling menuliskan harga OTR Jakarta untuk 2026 mulai dari Rp214 juta (Lite 200 km), Rp251 juta (Lite 300 km), sampai Rp307 juta (Pro 300 km). Rinciannya ada di halaman Wuling Indonesia untuk Air EV.

Berikut ringkasan yang paling mudah dipakai saat membandingkan cepat.

VarianKisaran harga OTR Jakarta (2026)Gambaran singkat
Air EV Lite 200± Rp214 jutaFokus harian kota, baterai standar
Air EV Lite 300± Rp251 jutaJarak tempuh lebih panjang
Air EV Pro 300± Rp307 jutaVarian tertinggi, fitur lebih lengkap

Catatan penting: harga OTR bisa berbeda antar kota, dan promosi dealer bisa berubah. Jadikan angka di atas sebagai patokan awal, lalu cocokkan dengan OTR wilayah Anda.

Spesifikasi Inti yang Paling Sering Dicari

Orang biasanya tidak mencari semua detail teknis. Mereka mencari inti yang memengaruhi rasa berkendara dan kemudahan hidup sehari-hari: tenaga, torsi, ukuran bodi, dan kapasitas.

Di spesifikasi resmi, Wuling Air EV punya motor listrik 30 kW dengan torsi 110 Nm, serta dimensi bodi panjang 2.974 mm, lebar 1.505 mm, dan tinggi 1.631 mm. Informasi ini tercantum di spesifikasi resmi Wuling Air EV.

Ringkasnya:

  • Tenaga motor: 30 kW

  • Torsi: 110 Nm

  • Dimensi: 2.974 x 1.505 x 1.631 mm

  • Karakter: mobil kompak untuk kota, mudah bermanuver di ruang sempit

Di jalanan padat, ukuran seperti ini biasanya terasa saat Anda masuk parkiran mal, putar balik di jalan kecil, atau mencari celah di gang perumahan.

Baterai, Jarak Tempuh 200/300 km, dan Cara Membacanya Secara Realistis

Pertanyaan yang paling sering muncul selalu mirip: “Sekali cas bisa berapa jauh?” dan “Yang 200 km cukup tidak?”

Menurut data pabrikan, ada dua opsi kapasitas baterai: 17,3 kWh untuk klaim jarak tempuh hingga 200 km, dan 26,7 kWh untuk klaim jarak tempuh hingga 300 km. Detail kapasitas dan klaim jarak tempuh ini ditulis di halaman resmi Wuling Air EV.

Cara membacanya supaya tidak salah ekspektasi:

  • Angka 200 km atau 300 km itu biasanya paling relevan untuk pola kota dan penggunaan normal.

  • Rute Anda, gaya berkendara stop and go, beban penumpang, dan penggunaan AC bisa memengaruhi hasil nyata.

  • Kalau rutinitas Anda harian pendek, varian 200 km sering terasa cukup. Kalau Anda sering berpindah kota kecil ke kota besar, atau tidak ingin sering mengisi, varian 300 km lebih lega.

Jawaban cepat untuk featured snippet (50–70 kata):
Wuling Air EV menawarkan klaim jarak tempuh 200 km atau 300 km tergantung kapasitas baterai 17,3 kWh atau 26,7 kWh. Untuk pemakaian kota, angka itu bisa jadi patokan awal, tetapi jarak nyata dipengaruhi gaya berkendara, pemakaian AC, kondisi jalan, dan beban. Pilih 200 km untuk rutinitas pendek, 300 km jika ingin margin lebih.

Berapa Lama Ngecas Wuling Air EV di Rumah?

Di Indonesia, “bisa cas di rumah” itu bukan sekadar fitur. Itu kebiasaan baru. Anda pulang, colok, tidur, besok pagi berangkat lagi.

Untuk estimasi waktu cas, beberapa media mengutip penjelasan dari pihak Wuling. IDN Times menuliskan bahwa dengan daya 2,2 kW, pengisian bisa memakan waktu sekitar 8,5 hingga 11 jam dari 20% sampai penuh, sedangkan dengan 6,6 kW bisa sekitar 4 jam dari 20% hingga 100%. Angka ini ada di artikel IDN Times soal lama mengecas Wuling Air EV.

Praktiknya:

  • Jika Anda hanya punya colokan rumah standar dan daya listrik terbatas, pengisian semalaman cenderung paling nyaman.

  • Jika Anda memasang perangkat yang mendukung pengisian lebih tinggi (6,6 kW), waktu tunggu bisa jauh lebih singkat.

  • Sebelum memutuskan, cek daya listrik rumah dan pola pemakaian listrik malam hari. Tujuannya sederhana: tidak bikin MCB sering turun.

Fitur yang Terasa Kepakai di Kota

Banyak artikel membahas fitur, tapi yang paling berguna justru yang Anda rasakan setiap hari.

Salah satu hal yang sering disebut pabrikan adalah konektivitas melalui aplikasi MyWuling+ untuk memonitor kondisi kendaraan. Ini tercantum di halaman resmi Wuling Air EV.

Poin yang relevan untuk keseharian:

  • Konektivitas aplikasi untuk fungsi monitoring tertentu

  • Kabin kompak yang enak buat mobilitas perkotaan

  • Perbedaan fitur antar varian biasanya terasa pada kelengkapan dan kenyamanan, jadi jangan hanya fokus harga

CTA yang natural dan tidak memaksa:
Jika Anda sering parkir di tempat sempit, pertimbangkan test drive singkat. Kadang yang menentukan itu bukan angka, tapi rasa visibilitas dan kemudahan manuver.

Pajak dan Konteks Insentif PPN di Indonesia

Bagian ini sering bikin orang berhenti scrolling. Bukan karena rumit, tapi karena ingin memastikan biaya setelah beli tetap masuk akal.

Untuk konteks insentif, pemberitaan daftar kendaraan yang memenuhi TKDN tertentu sering dijadikan rujukan. Detik Oto memuat daftar mobil listrik yang dapat insentif PPN tahun 2025, termasuk beberapa kode tipe Wuling Air EV dengan TKDN 40,04%. Anda bisa melihat rincian daftar tersebut di artikel Detik Oto tentang insentif PPN dan TKDN.

Yang perlu Anda pahami (tanpa memusingkan istilah):

  • Insentif biasanya terkait kebijakan periode berjalan dan pemenuhan syarat, salah satunya TKDN.

  • Karena kebijakan bisa berubah, cara paling aman adalah memastikan skema yang berlaku saat Anda transaksi, lalu mencocokkan dengan tipe yang Anda incar.

Kalau Anda membaca angka TKDN 40,04% di daftar, anggap itu sebagai penanda bahwa Wuling Air EV pernah tercantum dalam skema insentif di periode tertentu. Untuk keputusan beli, tetap validasi ke dealer atau kanal resmi pada saat Anda siap memesan.

Keyword alami untuk bagian ini: pajak Wuling Air EV, insentif PPN mobil listrik, TKDN Wuling Air EV, biaya tahunan mobil listrik.

Cocok untuk Siapa? Skenario Pemakaian ala Indonesia

Wuling Air EV paling masuk akal saat kebutuhannya jelas. Misalnya:

  • Pergi pulang kantor jarak dekat sampai menengah, lalu terjebak macet yang itu lagi, itu lagi

  • Antar jemput keluarga, belanja harian, dan urusan kecil yang sering muncul mendadak

  • Mobil kedua di rumah, khusus untuk rute kota dan parkir sempit

Kalau Anda tinggal di area yang akses pengisiannya jelas, rutinitasnya stabil, dan Anda lebih sering bergerak di dalam kota, Wuling Air EV biasanya terasa pas. Di titik ini, keputusan varian kembali ke dua hal: jarak tempuh yang Anda butuhkan dan kenyamanan waktu mengecas.

Keyword alami untuk bagian ini: Wuling Air EV untuk harian, mobil listrik untuk macet, mobil listrik mungil Indonesia.

Catatan Realistis yang Perlu Anda Tahu

Supaya tidak kaget setelah beli, ada beberapa catatan yang layak dipikirkan sejak awal:

  • Ini mobil kompak. Ruang kabin dan bagasi mengikuti kelasnya.

  • Kalau Anda sering perjalanan jauh tanpa rencana pengisian, Anda akan lebih sering berhenti atau lebih sering menghitung jarak.

  • Waktu cas di rumah sangat bergantung daya dan perangkat, jadi anggap perencanaan listrik rumah sebagai bagian dari “fitur”.

Banyak keputusan buruk terjadi bukan karena mobilnya jelek, tapi karena ekspektasinya tidak cocok. Kalau Anda menempatkan Wuling Air EV sebagai mobil kota yang praktis, gambarnya biasanya lebih pas.

Baca Juga : SEO Agency: Panduan Memilih Agensi SEO Terbaik di Era AI

FAQ tentang Wuling Air EV (yang paling sering ditanya)

1) Wuling Air EV harga berapa (OTR Jakarta)?

Harga OTR Jakarta untuk Wuling Air EV 2026 di laman resmi ditulis mulai sekitar Rp214 juta untuk Lite 200 km, sekitar Rp251 juta untuk Lite 300 km, hingga sekitar Rp307 juta untuk Pro 300 km. Angka ini jadi patokan awal yang cukup aman, lalu Anda bisa bandingkan dengan OTR kota Anda karena bisa berbeda.

2) Jarak tempuh Wuling Air EV berapa km sekali charge?

Klaim jarak tempuh Wuling Air EV ada di 200 km atau 300 km, bergantung kapasitas baterai 17,3 kWh atau 26,7 kWh. Angka ini cocok sebagai panduan awal untuk memilih varian, tetapi hasil nyata dipengaruhi gaya berkendara, kondisi jalan, beban, dan pemakaian AC.

3) Berapa lama ngecas Wuling Air EV di rumah?

Estimasi waktu pengisian yang sering dikutip media adalah sekitar 8,5 hingga 11 jam dengan daya 2,2 kW dari 20% hingga penuh. Dengan pengisian 6,6 kW, waktunya bisa sekitar 4 jam dari 20% hingga 100%. Praktiknya tetap tergantung perangkat dan kondisi listrik rumah.

4) Wuling Air EV cocok untuk perjalanan jauh?

Untuk perjalanan jauh, Wuling Air EV bisa saja dipakai, tetapi Anda perlu lebih disiplin merencanakan titik pengisian dan waktu berhenti. Jika rute Anda sering lintas kota tanpa banyak opsi charging, varian 300 km biasanya memberi ruang lebih lega. Untuk pemakaian utama di dalam kota, varian 200 km sering lebih dari cukup.

5) Apakah Wuling Air EV dapat insentif PPN?

Di periode tertentu, daftar mobil yang mendapatkan insentif PPN memuat beberapa tipe Wuling Air EV dengan TKDN 40,04%. Namun, insentif mengikuti kebijakan yang bisa berubah per tahun dan per periode. Untuk keputusan beli, pastikan skema yang berlaku saat Anda transaksi dan cocokkan tipe yang Anda ambil.

6) Apa yang paling penting dicek sebelum beli Wuling Air EV?

Selain harga dan varian, cek dua hal yang sering terlupa: kesiapan listrik rumah untuk rutinitas charging, serta kebutuhan jarak tempuh harian Anda. Kalau Anda jarang keluar kota dan bisa mengecas rutin semalaman, Anda biasanya lebih mudah merasa puas. Kalau pola Anda tidak menentu, pertimbangkan varian jarak tempuh lebih panjang.

7) Wuling Air EV itu “mobil kota” seperti apa?

Mobil kota yang dimaksud bukan sekadar ukuran kecil, tapi perilaku: mudah parkir, lincah di lalu lintas padat, dan praktis untuk aktivitas harian yang pendek sampai menengah. Wuling Air EV masuk ke arah itu lewat bodi yang ringkas, spesifikasi yang fokus untuk penggunaan urban, dan kebiasaan pengisian daya di rumah yang bisa dilakukan rutin.