A Reward

A Reward

Apa hal yang paling menyenangkan dan membahagiakan kita? Salah satunya adalah saat diberi penghargaan atau reward. Pasti tak ada orang yang sanggup menolak apabila diberi penghargaan yang menyenangkan hati. Semua orang akan suka diberi reward, tak memandang usia. Betul?

Tetapi, bagaimana bila tak ada orang yang memberi reward pada kita setelah kita berhasil mencapai suatu keberhasilan? Bolehkah memberi diri sendiri reward? Apakah tidak berlebihan atau terdengar konyol?

Tentu saja boleh, sebab bukankah setiap orang berhak untuk merasakan kebahagiaan? Rasa bahagia sejati adalah yang lahir dari hasil menciptakan rasa bahagia itu sendiri. Dari hal-hal sederhana, dan bukan dari hasil menuntut orang lain.

Kapankah kita boleh memberi diri sendiri reward? Yaitu ketika kita telah menyelesaikan suatu tugas yang cukup menyita waktu dan tenaga. Saat dikejar deadline untuk sebuah pekerjaan yang cukup melelahkan, terkadang ada godaan dari dalam hati untuk menundanya atau bahkan mengabaikan dan mangkir.

Nah, saat godaan tersebut datang, kita harus menguatkan niat dan tekad agar tidak terjerumus ke dalam godaan yang menyebabkan kita lalai menyelesaikan sebuah tugas atau pekerjaan. Paculah semangat dengan janji akan memberi diri sendiri reward dengan sesuatu yang kita sukai setelah berhasil menyelesaikan tugas tepat pada waktunya. Pikirkan dan tuliskan di dalam benak dengan cepat, hal apa yang paling kita inginkan saat ini.

Apakah pergi memanjakan diri ke salon? Memakan es krim coklat favorit? Menonton film kesukaan lewat youtube? Atau sekadar menghabiskan hari di ranjang seharian dan bermalas-malasan? Just pick your own reward to be stay happy.

Sumber gambar : Canva

Berusahalah untuk komitmen. Supaya kita terpacu untuk sesegera mungkin menyelesaikan suatu pekerjaan. Lalu setelah semua beres dengan hasil yang memuaskan, segera lakukan apa yang kita inginkan sebagai reward bagi diri sendiri. Tak perlu yang mahal dan aneh-aneh. Sesuaikan dengan isi dompet, dan kondisi kita.

Apa sih manfaatnya memberi reward bagi diri sendiri? Yang pasti supaya membuat diri kita tetap bahagia, menikmati hidup, dan rileks. Siapa lagi yang akan menghargai kita kalau bukan diri sendiri terlebih dahulu? Orang lain belum tentu peka melihat keinginan kita untuk dihargai. Jadi daripada sibuk menuntut orang lain untuk peka, lebih baik kita dulu yang peka terhadap kebutuhan diri sendiri akan rasa bahagia.

Bila kita merasa bahagia, bukankah aura kebahagiaan itu akan memancar dan mempengaruhi orang-orang di sekitar kita juga? Akan lebih menyenangkan bila orang selalu melihat kita bahagia dan tetap waras dibandingkan melihat kita sering berputus asa ataupun bermuram durja. Dari jiwa yang bahagia maka akan membuat sistem daya tahan tubuh kita menjadi lebih kuat dan siap menghalau berbagai serangan penyakit yang datang dari luar maupun yang datang dari pikiran kita yang tak bahagia.

So, bahagiakan diri sendiri agar selalu sehat jiwa dan raga kita. Dengan sering-sering memberi reward untuk setiap kerja keras yang sudah kita kerjakan? Why not?

Tetaplah bahagia. Tetaplah waras. Tetaplah menebarkan aura positif.

***

rumahmediagrup/rheailhamnurjanah