Acuan Referensi Ilmiah

Sumber gambar : http://www.liputan6.com/

Acuan Referensi Ilmiah

Penulisan ilmiah biasanya banyak mengacu pada tulisan orang lain. Hal ini digunakan sebagai sumber referensi atas teori atau data atau empiris hasil penelitian lainnya. Jika mengutip tulisan orang lain tanpa menuliskan sumber acuannya, ditakutkan terjadi plagiasi.

Acuan referensi ini bertujuan untuk menunjukkan bahwa penelitian yang akan dilakukan berbeda dengan penelitian terdahulu. Kontribusi penelitian akan nampak. Dan juga menunjukkan perkembangan keilmuan dalam topik tertentu. Sehingga terdapat hasil dari temuan-temuan penelitian sebelumnya.

Bacaan kita atas referensi yang digunakan berfungsi juga mengakui adanya penelitian terdahulu yang serupa. Hal ini digunakan sebagai pembanding. Jika pembandingan telah dilakukan secara tepat, maka akan terlihat posisi penelitian di antara hasil penelitian orang lain.

Kutipan atas referensi dilakukan secara langsung. Yakni menyalin apa adanya dari sumber yang telah diterbitkan. Parafrase juga dapat dilakukan yakni menyebutkan ide orang lain dengan menggunakan kata-kata sendiri. Atau menunjukkan adanya penelitian terdahulu. Jadi mengutip acuan referensi bisa dilakukan secara langsung maupun dengan parafrase.

Ada beberapa metode dalam mengacu referensi atau pustaka yang digunakan dalam teks naskah. Misalnya gaya harvard, gaya vancouver, chicago manual, dan lainnya. Pada harvard style, menggunakan penulisan nama penulis dan tanggal publikasi dalam naskah. Bibliografi dituliskan urut sesuai abjad penulis. Misalnya penulis mendiskusikan implikasi proposal layanan kesehatan di tulisan orang lain (Loft, 1991). Sedangkan penulis lain memberikan isu yang sama, lewis (1995, p. 54). Hal ini dimaknai bahwa penulis mengacu pada tulisan Loft (tahun 1991), dan menggunakan kutipan milik Lewis (tahun 1995, halaman 54).

Nama dan tahun data terbit dituliskan pada bagian akhir kalimat atau awal kalimat. Jika terdapat dua tulisan yang diacu dengan penulis yang sama, maka dituliskan dengan menyebutkan orang pertama yang menjadi referensinya dulu. Misalnya loft (1997 a), kemudian Loft (1997 b), dan lainnya.

Penulisan referensi dalam daftar pustaka maka dapat dituliskan urut abjad penulis. Judul artikel atau buku dituliskan lengkap. Nama buku dan nama jurnal dituliskan miring. Dan setelahnya tahun terbit. Penerbit dan halaman. Misalnya annas, G.J (1997), New grugs for acute respiratory distress syndrome, New England Journal of Medicine, vol. 33, no. 2, pp. 43-49. Untuk contoh referensi buku misalnya Grinspoon, L. & Bakalar, (1997), Marijuana: the forbidden medicine, Yale University Press, London.

Pada penulisan gaya vancouver mengacu dari harvard, yaitu menggunakan seri penomeran pada referensi. Bibliografi tertulis secara penomeran. Keuntungan gaya vancouver adalah mengenal teks naskah lebih mudah. Referensi dalam bibliografi secara langsung terhubung pada penomeran yang dibuat.

Contoh referensi gaya Vancouver, (1) Annas GJ. New drugs for acute respiratory distress syndrome. N Engl J Med. 1997;337:435-9. Contoh lain: (2) Grinspoon L, Bakalar JB. Marijuana: the forbidden medicine. London: Yale University Press;1993. Dan seterusnya jika penomeran masih banyak. Dan lainnya.

Pada kutipan langsung, cara ini bertujuan untuk memberikan bukti asli melalui kata, frase, atau kalimat yang diambil dari pustaka rujukan yang relevan. Beberapa cara mengutip tergantung pada panjang pendeknya yang dikutip dari 40 kata (kurang dari 4 baris), atau (2) 40 kata atau lebih (4 baris atau lebih). Jika kurang dari 40 kata (kurang dari 4 baris), atau (2) 40 kata atau lebih (4 baris atau lebih). Jika kurang dari 40 kata atau kurang dari 4 baris, kutipan dipadukan dalam naskah dan ditandai dengan tanda kutip. Jika 40 kata atau lebih maka paparkan kutipan dalam bentuk alinea tersendiri, dan tanpa disertai tanda kutip.

Semoga bermanfaat

rumahmediagrup/Anita Kristina