Aku Bisa Tertib Salat

Aku Bisa Tertib Salat

Oleh: Ribka ImaRi

“Bunda…hari ini Mas terpilih Salat Jumat lagi di mesjid”, ceritaku pada Bundaku. Dengan semangat dan riang, begitu naik motor saat Bundaku menjemputku di sekolah pada Jumat siang yang mendung.

Bergegas Bunda menyalakan sepeda motor, agar bisa secepatnya sampai di rumah sebelum rintik hujan turun membasahi Kecamatan Sokaraja. Salah satu Kecamatan di Banyumas, Jawa Tengah, tempat tinggal kami.

Sambil melaju sepeda motor, Bunda lanjut berbincang denganku sepanjang perjalanan pulang menuju rumah. “Alhamdulillah ya Allah… Berarti Mas belum pernah absen terpilih Salat Jumat di mesjid ya?”.

“Iya Bun, Mas Tyaga terpilih terus”, jawabku begitu semangat. Ada rasa bangga di dadaku. Tak lupa bersyukur alhamdulillah tentunya. Karena Bundaku tak pernah bosan-bosannya mengingatkanku untuk selalu bersyukur alhamdulillah agar aku tak menjadi sombong. Bunda bilang saat aku bisa atau berhasil sesuatu itu semua karena Allah SWT saja.

“Alhamdulillah… Terimakasih ya Nak sudah jadi anak baik. Sudah mendengar nasihat Ayah dan Bunda. Untuk jadi anak yang tertib salat di sekolah. Terimakasih banyak Nak”.

“Iya Bun… Mas Tyaga senang Bun. Tadi Mas Tyaga terpilihnya tanpa nulis istigfar sama sekali loh”, tambah semangat ceritaku dan dengan nada yang sangat bahagia sambil kupeluk erat Bundaku dari belakang. Aku sangat sayang Bundaku.

Semilir angin jelang hujan menemani perjalananku dan Bunda menuju rumah yang tak lebih dari lima belas menit waktu tempuh.

Pasti Bunda juga bahagia memiliki anak laki-laki yang baik dan juga bisa tertib di rumah dan di sekolah sepertiku, gumamku. Kata-kata ini yang selalu ku dengar terucap dari mulut Bunda setiap kali menasihatiku. Hampir setiap saat Bunda menasihatiku.

Sama persis dengan yang Bu Guru bilang bahwa salah satu syarat untuk bisa terpilih Salat Jumat di mesjid dekat sekolah adalah bisa tertib di kelas. Sebisa mungkin tanpa menulis istigfar sama sekali. Jadi aku berusaha untuk tidak sampai kena hukum menulis istigfar selama di kelas sedari Jumat pagi sampai tiba waktu salat jumat.

Aku selalu mengingat peraturan itu. Karena Bundaku rajin memberitahuku saat jelang tidur malam di Kamis malam. Agar besok hari Jumat aku bisa tertib di kelas.

Setiap akan mengantar sekolah Bundaku berpesan, “yang baik di sekolah ya Nak, Ayah Bunda tidak bisa melihat apa yang Mas Tyaga kerjakan di sekolah. Tapi ada Allah SWT yang Maha Melihat dan ada Malaikat yang mencatat”. Pesan ini begitu melekat di hatiku sedari aku sekolah TK A dulu. Sewaktu aku masih suka jalan-jalan dan naik-naik meja di kelas. Sekarang aku sudah bisa paham untuk tertib di kelas.

Dan alhamdulillah… selama ini, sejak awal masuk kelas 1 SD NU Master Sokaraja di Bulan Juli 2018 lalu, aku bukan saja tertib untuk diriku sendiri, tetapi Bu Guru Itsna Luthfina Zuraida pun pernah bercerita pada Bundaku bahwa aku ikut menertibkan teman-teman di kelas. Aku senang mendengar Bu Guru menceritakan tentang diriku selama di kelas kepada Bundaku. Jadi Bundaku tahu apa saja yang aku lakukan selama jam sekolah.

Terimakasih Ayah dan Bundaku serta Bu Guruku. Karena didikan kalian, aku bisa menjadi anak yang tertib salat seperti sekarang ini.

-BundaImaRi-

#NubarSumatera
#ChallengeMenulis
#Day31
#25Febuari2019
#TemaCerNak