Aku, Hasrat dan Kibar

Karya Nurilatih

Terseret di lorong sempit
Adalah asuh kidung bocah-bocah manis di jalanan

Tergusur
di jelang merahnya senja
Keabadian cinta kutorehkan

Terpana
Di rindu-rindu para gembala anak-anak yang tidak dimau
Anak-anak dalam kabur akan adab beradab

Terjaga
dan
Wajib bangun menantang aral
Mengasuh membimbing
Membawanya meraih
Piala di tangan
Piala harapan anak-anak bangsa

Jogoyudan, 16.20