Bangun Tidur

Oleh : Hamni Azmi

Apa yang terlintas sesaat setelah kita bangun tidur?

Kadang kita keburu berlari ke toilet untuk mengambil air wudhu karena matahari sudah nampak dari balik jendela.

Atau merasa males-malesan, karena semalaman sudah bergadang mengerjakan tugas. Sehingga ini mata dan badan tidak bisa bekerjasama untuk bangun.

Dulu saya pernah sama persis seperti itu. Menjadi manusia yang sama dengan orang kebanyakan. Yang tak memikirkan apa efek dari segala perbuatan itu.

Sampai suatu hari, seorang sahabat menyakan apa yang pertama kali yang lakukan saat bangun pagi?

Saya mengurai kebiasaan sehari-hari. Dan ternyata saya salah.

Harusnya bukan seperti yang saya lakukan di atas. Harusnya bukan dunia yang kita pikirkan saat baru saja membuka mata.

Namun doa yang begitu menyentuh jiwa. Doa pada saat bangun tidur.

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ أَحْيَانَا بَعْدَ مَا أَمَاتَنَا وَإِلَيْهِ النُّشُوْرِ

Segala puji bagi-Mu, ya Allah, yang telah menghidupkan kembali diriku setelah kematianku, dan hanya kepada-Nya nantinya kami semua akan dihidupkan kembali.” (HR.Ahmad, Bukhari, dan Muslim).

Hanya Allah saja yang sanggup membangunkan. Kita bisa bangun tidur bukan atas kemauan dan kemampuan diri sendiri.

Saat tidur, bukankah seluruh anggota badan kita mati dan tidak dapat berfungsi.

Jika Allah berkehendak, kita bisa tidur dan tidak bangun lagi. Jika Allah berkehendak maka mudah saja bagi-Nya untuk mengakhiri kehidupan kita. Sungguh, tanpa penjagaan dan pemeliharaan Allah, kehidupan itu mustahil didapatkan.

Dalam doa tersebut terkandung makna sebagai sebuah bentuk kekuatan syukur dan motivasi hidup.

1. Kekuatan syukur.

Yaitu yang didapat melalui pesan kalimat, “Alhamdulillaahil ladzi ahyaanaa ba’da maa amaatanaa…” (اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ أَحْيَانَا بَعْدَ مَا أَمَاتَنَا). Yang artinya “Segala puji bagi-Mu, ya Allah, yang telah menghidupkan kembali diriku setelah kematianku.”

2. Kekuatan motivasi hidup dan mengejar kebaikan yang sebanyak-banyaknya.

Yaitu yang diperoleh dari pesan kalimat, ”…Wailaihin nusyuur” (وَإِلَيْهِ النُّشُوْرِ) yang artinya “Dan , hanya kepada-Nya kami semua akan dihidupkan kembali”.

Dengan dua kekuatan ini, maka pikiran, hati, dan jiwa kita akan terpacu untuk bersyukur dan lalu bersiap siaga untuk mengejar kebaikan dan keberuntungan yang sebesar-besarnya.

Karena itu, mari kita mulai pagi dengan sebuah doa yang baik. Yang mewakili semua kebaikan hajat kita setiap harinya.

Rutinitas yang kadang sering terlupakan. Namun semoga sudah mulai bisa kita rutinkan kembali bersama. Insya allah.

Wallahu A’lam Bissawab

Barakallahu fiikum

Rumahmediagrup/ Hamni Azmi

Sumber Foto : Koleksi Pribadi