Aku Ingin Lepas (Part III)

Oleh : Hamni Azmi

Kalau dibilang banyak sih gak juga ya, pinjaman kami ke B**k. Gak sampai 1 M. Hanya hitungan ratusan aja. Namun berapapun nol yang mengikuti, sedikitkah, banyakkah tetap saja akan menggelisahkan hati.

****

Setelah mengumpulkan semua tabungan yang dimiliki, dan ternyata masih kurang banyak untuk ukuran kami. Hal itu tidak membuat hati mundur.

“Sudah kadung kejebur Mas, kita harus selesaikan sampai tuntas. ”

“Aku akan menyusun dan memperketat pos-pos pengeluaran kita. ” aku meyakinkan suami.

Terpaksa jadwal pulang ke Jawa satu keluarga, tidak bisa 1 tahun sekali lagi. Cukup suami saja yang rutin untuk mengunjungi orangtua di sana.

Jadwal ke Banjarmasin pun, kita atur seefektif mungkin. Kebiasaan jajan, belanja semaunya. Sekarang harus detail aku tetapkan.

Jatah membeli buku bacaan dan baju untuk anak-anak pun mau tak mau harus dipangkas. Kadang sedih harus bersikap seperti ini kepada anak-anak. Tapi ini adalah pembelajaran bagi mereka dan kami terutama.

Bahwa, riba takkan pernah bisa membuat kita bahagia.

Saat semua sisi pengeluaran kami pangkas, ada sisi lain yang kami keluarkan sebesar-besarnya.

Sisi kekuatan hati, keyakinan diri, bahwa Allah itu ada. Ia akan membantu kami menyelesaikan semuanya.

Ada jalan lain yang kami tempuh. Melaporkan semua urusan kepadaNya. Dalam diam, dalam sunyi, dalam keadaan terlelap, dalam keadaan terjaga. Semuanya dilaporkan untuk minta diselesaikan dengan cara terbaik.

Minta sebesar-besarnya kepada Allah, karena saat ini Allah adalah tempat paling tepat, tempat paling nyaman untuk mengadukan segala kegalauan.

Selain itu, kebiasaan lain adalah bongkar bongkar isi lemari. Lemari apa aja, lemari baju, lemari dapur, lemari es, lemari obat, lemari sepatu. Melihat apa yang bisa dibagikan kepada orang lain.

Setiap bulan selalu ada acara bongkar bongkar ini. Hingga akhirnya terbiasa. Saya bilang ke anak-anak, saat kita memberikan sesuatu kepada orang lain, maka Allah akan menggantikannya dengan yang lebih baik. Dan anak-anak merasakan itu adalah sebuah kenyataan.

Semua kebiasaan ini pun terus berlangsung tanpa kami sadari menjadi style, kebiasaan yang menyenangkan. Tidak ada beban lagi menjalani semua proyek penghematan ini.

Kala sebuah kebaikan telah diniatkan, namun raga seolah tak mampu mewujudkan.

Cukup lapor kepada Sang Pemilik rencana kehidupan. Karena Ia akan mewujudkan segala niat kebaikan dengan cara yang menakjubkan.

#bersambung

Rumahmediagrup/Hamni Azmi

Sumber foto : koleksi pribadi

3 comments

Comments are closed.