Aku Ingin Lepas (Part I)

Oleh : Hamni Azmi

Tahun 2007 dan tahun 2012, kami pernah melakukan kesalahan yang efeknya memanjang hingga bertahun-tahun lamanya.

Mengambil keputusan dengan tergesa, karena merasa bahwa inilah jalan satu-satunya yang akan mampu menyelesaikan masalah keuangan. Dengan mengajukan pinjaman ke B*k.

Berjalannya waktu, gundah dan gelisah sering datang menghampiri. Ga nyenyak tidur, ga tenang melakukan apapun. Selalu kepikiran dengan tanggungan itu.

Hingga tahun 2015, puncak kegelisahan itu bertambah menjadi sebuah keinginan untuk mengakhiri himpitnya hati.

Suatu hari saya mengikuti kuliah bareng Mas Saptuari. Waktu itu awal-awal bergabung dengan Emak Pintar. Di sana, hati dan mata saya dibuka. “Salah”, yang kami jalani selama ini salah. Ada riba yang terus saja membayangi dan ada dalam kehidupan kami.

Suami yang full bekerja swasta, tanpa ada bonus dan tips dari siapapun, kecuali dari Allah pun akan menjadi tercemar penghasilannya. Kalau masih ada riba di antara kita.

Riba yang sering membutakan kita, riba yang sering membuat kita tak akur, riba yang menyesakkan dada. Dan semua yang telah diakibatkan dari riba, tak pernah kami pikirkan akan terjadi saat memutuskan awal memasuki gerbangnya.

Dan yang paling kami takutkan adalah hilangnya keberkahan dalam keluarga kami. Nau zubillahi min zaalik.

#bersambung#

Rumahmediagrup / Hamni Azmi

Sumber foto : koleksi pribadi

6 comments

  1. Doakan kami segera menyusul terbebas 100% dari riba. Setelah 7 lubang riba di tutup. astagafirullahaldzim..

    1. Amin. Insya allah Mb. Ribka.
      Allah akan memudahkan langkah kita, asalkan niat hati kita sungguh-sungguh ingin melepaskan diri.
      Pasti bisa.

Comments are closed.