Aku Juga Mau

 Aku Juga Mau
  

 Suatu pagi nan cerah merekah
 Di sebuah hari minggu
  
 Sebuah hari yang paling ditunggu
 Tua muda berbagai usia
 Pria wanita tak mau ketinggalan
 Menikmati satu masa penuh ceria
  
 Ada yang bersiap dengan sepatunya
 Mencari keringat melemaskan kaki
 Baru atau lama tak jadi soal
 Ia akan terus terpakai
 Selama mau berdamai dengan sang telapak kaki kasar
  
 Ada yang berdandan seperti hendak berpesta
 Walau akhirnya hanya berjalan semata
 Merias diri bak bintang ternama
 Berharap jadi pusat pandangan mata
  
 Di satu ruas jalan
 Tersembunyi dari kerumunan lalu lalang insan
  
 Seorang anak kecil berdiri termangu
  
 Pandangannya satu tertuju
 Tatapan mungilnya menangkap pemandangan istimewa
  
 Di ujung sana seorang bocah asyik bercanda
 Berbagi pelukan sebuah boneka
 Suara tawa mengundang senyum mata yang melihat
 Seperti rasa sang bunda yang bahagia
  
 Sang anak kecil tetap terdiam
 Ada harap yang tersimpan di sorot matanya
 Ada ingin yang tersirat dari gerak tubuhnya
 Menanti satu detik ungkapkan pinta
  
 Lalu menoleh ia mencari ibu tercinta
 Tersamarkan barisan penari zumba
 Lama sebelum akhirnya menemukan
 Sang bunda yang terduduk berpeluh lelah
  
 Genggaman tangan merasakan ragu
 Apakah permohonan akan terlaksana
 Takut
  
 Akhirnya dengan keberanian yang ada
 Sang bocah menatap sang bunda lalu menoleh
 Telunjuk mungilnya mengarah pada sang boneka
  
 Terdengarlah suara lemah itu
  
 "Bunda, aku juga mau"
  
 Bandung Barat, pertengahan Oktober 2019
 D3100 in memoriam 18-105 mm
 Snapseed
  
 #Nubar
 #NulisBareng
 #Level4
 #BerkreasiLewatAksara
 #menulismengabadikankebaikan
 #week2day7
 #RNB48
 #rumahmediagrup — bersama Titi Keke 




rumahmediagrup/masmuspoetrygraphy