Aku MUSLIM dan Aku MARAH!

AKU MUSLIM DAN AKU MARAH!

Di satu sisi, aku hanyalah seorang penulis yang berprofesi sebagai trainer juga pengelola perusahaan, harus bersikap netral pada hal-hal tertentu untuk menunjukkan profesionalitas kerjaku.
Di sisi lain, aku ini seorang muslim. Mau bagaimanapun aku muslim. Seburuk-buruknya muslim tetap saja aku muslim. Sedih hatiku mendengar, melihat, membaca para dajjal kelas ‘cengek’ berkoar dengan terang-terangan melecehkan agamaku; ulama saleh penerus nabiku; quran dan sunah.

Seburuk-buruknya aku, tetap saja muslim. Aku muslim biasa yang bisa marah dan memang hati tidak bisa dibohongi jika aku marah. Lalu, kenapa aku tidak boleh marah? Aku muslim dan aku marah. Seburuk-buruknya diriku, tetap saja berusaha menjadi muslim yang baik.
Aku heran, kenapa para–yang ngakunya–muslimin lainnya kebanyakan membela dajjal ‘cengek’ itu? Apa memang ‘karisma’ dajjal itu terlalu tinggi, atau memang iman kita yang terlalu rendah? Ketika agama islam diinjak-injak dan kita hanya berkata, “bukan urusan saya!”
Aku muslim dan aku marah!!
Di mana para pejuang dakwah? Sibuk dakwah atau sibuk mencari harta? Di mana para pejuang dakwah? Sibuk dakwah atau sibuk bergolongan-golongan? Di mana para pejuang dakwah? Kapan akan bersatu???

#AkuMuslimdanAkuMarah
#CurahanHatiSiFakirIlmu

rumahmedia/alfafa