Aku Pasti Bisa Sembuhkan Luka Batin

Aku Pasti Bisa Sembuhkan Luka Batin

Bahagia memang tak selamanya menghampiri kehidupanku. Aku melihat orang lain secara kasat mata, tampak selalu semangat, senyum terkembang, wajah ceria tanpa kesan kusut karena banyak pikiran. Wah, senang terus hidup dia. Sedangkan aku, hidupku penuh luka. 

Luka di diriku bukan luka fisik yang tampak merobek sebagian kulit tubuh, terasa sakit dan pedih saat disentuh. Luka yang kuderita ini secara rohani atau batin. Aku kutip dari sebuah terapi pikiran, diri ini dipenuhi luka pikiran, luka hati, luka jiwa, luka sosial.

Sama seperti luka fisik yang memerlukan waktu untuk penyembuhannya, maka luka secara rohani juga demikian. Banyak nasehat kuterima, antara lain, “Bila ingin sembuh dari luka tersebut, jangan biarkan semakin melebar, bahkan saat masih luka kecil saja, segera tangani. Jalan termudah adalah merdekakan pikiran, hati dan jiwa sendiri.”

Kucari jawaban dari pernyataan itu. Hasilnya, ada lima hal yang dirangkum dan harus dilakukan untuk mengatasi lukaku.

1. Segala masalah kembalikan pada Sang Maha Kuasa

Masalah yang membelit kehidupan pasti ditunjukan jalan keluar oleh-Nya. Jadi jangan khawatir tidak bisa keluar dari masalah, berserah diri pada Allah dan memohon ridho-Nya.

2. Jangan mendiamkan masalah.

Atasi dengan koreksi diri sendiri lebih dulu. Ambil tindakan yang tidak mengkambing hitamkan orang lain. Pakai kepala dingin bukan dengan emosi atau putus asa.

3. Carilah hiburan.

Pikiran yang stress dapat kita alihkan dengan mencari kegiatan atau sesuatu yang membuat kita rileks. Bisa saja kita isi dengan baca buku yang sudah lama diidamkan, pergi ke bioskop dan pilih film yang disukai, atau hang out di tempat yang nyaman.

4. Berbagi dengan sesama.

Banyak orang yang lebih menderita dariku. Secara materi, fisik, maupun penderitaan batin serta sosial jauh berada di bawahku. Tidak ada salahnya bila luangkan waktu untuk berbagi. Rasakan, betapa beruntungnya hidup ini.

5. Pandanglah dunia, di luar duniamu.

Dunia ini tidak selebar daun kelor. Jelajahi dunia luar yang bisa memberi pelajaran berharga bahwa luka rohanimu juga bisa menjadi nikmat dunia. Masih banyak orang-orang terlantar, anak-anak yang terinjak-injak haknya dan kaum wanita yang teraniaya. Sebesar apakah penderitaanmu dibandingkan yang mereka alami. Jangan pandang indah dan gemerlapnya dunia, yang penuh kepalsuan.

Itulah yang mampu meredam luka di diriku agar tak melebar, bahkan bisa sembuh tak berbekas. Jadi individu yang bermartabat, disiplin dan berbudaya.

rumahmediagrup/hadiyatitriono