Alasan

Alasan

Ketika bendung air mata tak tertahan di pelupuk, butuh alasan apa untuk mencegahnya luruh ke bumi? Ada perih melarut sesakkan dada. Daya juang lemah didera bentakan pada batin yang kerontang. Seperti kehilangan pegangan, pada siapa akan bersandar.

Cukup tahu, hanya pada Sang Pencipta mengharap sandaran. Bukan ingin menafikkan itu, kali ini butuh sosok nyata sebagai kawan beriringan hadapi letih. Terbayang gemuruh emosi terpendam dalam diam dan bisingnya kediaman.

Egois kah? Mendamba perubahan yang tak kunjung datang mendekati ujung usia. Menampilkan tanda tanya raksasa, apakah ini namanya berada dalam dua dunia? Dua kepribadian yang berbeda!

Hujan, ingin berlari menembus guntur lalu menari bersama rinainya. Mengelabui deraian tangis serupa rintik yang semakin deras. Tolong, jangan biarkan berang menyeruak. Diam, temani saja, biarkan nestapa mencari penyembuhnya sendiri.

rumahmediagrup/gitalaksmi