Andalkan Diri Sendiri

Andalkan Diri Sendiri

Pernahkah Sobat menerima hasil pekerjaan yang dikerjakan oleh orang lain tetapi hasilnya tidak sesuai harapan? Pernah menunggu tawaran bantuan dari orang lain padahal deadline sudah sangat mepet? Pernah mengharap orang lain yang mengerjakan pekerjaan yang kita anggap sulit dan mustahil namun sebenarnya belum pernah dicoba terlebih dahulu?

Akibatnya, kita yang ngedumel sendiri, mencak-mencak dan emosi jiwa karena hasilnya tidak sesuai ekspektasi. Klien kecewa dan komplen dengan hasil kerja kita, dan segudang akibat lainnya yang membuat kita mendadak “bertanduk”? Sementara tak ada satu pun yang bersedia disalahkan.

Nah. Sebaiknya mulailah berhenti mengandalkan bantuan orang lain, ya? Apalagi bila pekerjaan tersebut masih bisa kita lakukan sendiri. Apapun hasilnya, bila kita sendiri yang mengerjakannya hingga akhir, pasti akan ada rasa puas, kan? Kalau pun ada komplen dari hasil kerja kita, bisa dijadikan masukan agar kinerja kita di masa mendatang bisa lebih baik lagi.

Sebab, bukankah kita itu lahir dan kelak akan mati sendirian? Takkan ada yang akan menemani kala jasad kita sudah berkalang tanah. Maka berhentilah bergantung pada uluran atau bantuan dari orang lain selama kita masih sanggup berupaya sendiri.

Sumber gambar : Quotes Creator

Nasib, berupa keberuntungan mau pun kegagalan di dalam hidup, sejatinya tak terlepas dari campur tangan kita sendiri. Ikhtiar dan tawakal. Kerja keras dan pengorbanan. Semua itu yang akan menentukan akan seperti apa hasil yang kita dapat kelak.

Jadi, berhentilah bersandar pada bahu orang lain. Berjuanglah, namun saat memetik hasilnya, janganlah lupa untuk berbagi. Buatlah rencana-rencana yang membuat kita menjadi manusia yang produktif berkarya. Giatlah berupaya dengan tangan sendiri. Bukankah tangan yang kasar karena bekerja, peluh yang menetes karena lelah bekerja adalah lebih baik di mata Allah SWT?

Apabila kita sanggup untuk membantu orang lain yang kesusahan, maka lakukanlah! Lebih baik kita banyak memberi bantuan daripada banyak menerima bantuan. Sebab tangan yang di atas adalah lebih mulia daripada tangan yang di bawah. Berhenti menuntut orang lain untuk banyak berbuat bagi kita, namun tuntutlah diri kita untuk banyak berbuat bagi orang lain.

Pahala takkan salah menemui empunya. Amal kebajikan takkan tertukar dengan orang lain. Jadikan diri kita bahagia dengan kemampuan sendiri namun tetap dapat menularkan aura kebahagiaan pada orang lain.

Setuju, Sobat?

Wallahu alam bishowab.

***

rumahmediagrup/rheailhamnurjanah

One comment

Comments are closed.