Anggap Remeh Pemberian dari Tetangga

Anggap Remeh Pemberian dari Tetangga

Orang terdekat setelah keluarga dan kerabat sendiri adalah tetangga. Tetangga kita tentu memiliki tingkat kehidupan sosial yang berbeda-beda.

Suatu saat, kita pasti pernah menerima pemberian dari tetangga dekat. Reaksi saat menerima tentu beragam.

Melihat bentuk pemberian mereka bisa saja hati kita senang, tapi bisa juga sebaliknya. 

“Ih barang beginian kok dibagi-bagi, nggak ada manfaat sama sekali.” atau 

“Sedikit amat pemberiannya. Dasar pelit.”

Biasanya yang sering meluncurkan kata-kata spontan seperti itu kaum wanita, kaum ibu. Kaum yang lebih banyak berdiam di rumah dan berinteraksi dengan tetangga.

Wanita atau kaum ibu itu diumpamakan sebagai sumber cinta kasih, namun bisa juga sebagai sumber kebencian. Perasaannya sensitif, cepat sekali terpengaruh. Emosi serta amarah juga cepat terbakar.

Tetangga yang bermaksud baik dengan hanya mengantarkan sebagian rezeki mereka, bisa jadi dianggap cari muka bila kita sedang tak bertegur sapa. Bisa juga dianggap pamer. Aduh serba salah memang. 

Sesungguhnya cara atau perlakuan kurang terpuji tersebut telah ada sejak lama, hingga Rasulullah pun bersabda :

Wahai para wanita Muslimah, janganlah kalian menganggap remeh hadiah yang kalian terima dari tetangga atau yang kalian berikan kepada tetangga, walaupun hanya sekadar hadiah berupa kaki kambing.” (HR Bukhari Muslim)

Sungguh seorang wanita sepatutnya menumbuhkan rasa cinta dan sayang kepada tetangga. Tunjukkan perasaan itu saat menerima pemberian atau memberikan sesuatu yang remeh, yang nilainya kecil.  Melakukannya pun tanpa memandang derajat kaya atau miskin seseorang. 

Ungkapan terima kasih dapat dilakukan dengan menjaga hati dan lisan. Berpikirlah dahulu sebelum melontarkan ucapan yang tidak baik walaupun tetangga kita tidak mendengarnya.

Berbuat baik kepada tetangga bukanlah hal yang merugikan. Saat kita tertimpa musibah, yang menolong pertama kali tentu saja tetangga terdekat. Sungguh jaga diri kita untuk tidak mengganggu dan mendzolimi tetangga.

rumahmediagrup/hadiyatitriono