Digital dan Manual

“Bi, klo misalnya umi minta difasilitasi untuk menulis boleh gak?”

“Maksudnya?” Abi mengernyitkan keningnya.

“Ya klo boleh umi dibelikan laptop gitu lhoo … Yang murah murah juga gak apa-apa yang penting bisa buat kerja” Sambil mesam-mesem meringis-meringis, melintir daster tanda merayu.

“Yah, boleh aja mi, gak masalah, justru Abi seneng umi ada aktifitas baru … tapi jangan laptop dulu ya, uangnya masih belum ada, gimana klo sementara note book aja, yang penting bisa untuk nulis.”

“Alhamdulillah, bi … barokallah, gak apa-apa bi, note book juga Alhamdulillah, soalnya hape umi sudah sering hang kepenuhan naskah, makasih ya bi…. Cintaku”

Hati umi sontak jadi kegirangan, cuppp muahhh kecupan terimakasih mendarat dipipi abi, rasa senang itu tak tergambarkan.

“Kira-kira umi pengen note book merek apa?”

“Terserah Abi deh, mana yang bagus aja yang gak memberatkan kantong abi.”

“Subhanallah, istriku sholikhah, ngerti banget isi kantong suami.”

Mulai rayuan gombalnya menggetarkan hatiku, jadi tersipu malu😍😍

“Abi pilihkan merek yang sederhana aja ya mi, cocok dengan tanggal tua. Gimana kalo merek sidu atau sinar dunia?”

“Lhooo kok, sinar dunia? Itu kan merk buku tulis bi?”

“Hee, he … kalau yang merek Samsung dan sejenisnya, Abi belum gajian mi, kan sama aja note book. Note artinya catatan, book artinya buku, jadi buku catatan. Kan sama-sama untuk menulis … Harganya juga terjangkau, sayang ….” Si Abi cengar-cengir berusaha menghibur.

Umi terdiam tidak menjawab, gak enak banget di-PHP ini, ada sedikit bulir kekecewaan yg tak terkatakan.

Bibir manyun maju kedepan pasang muka masam,
Pranggg, brukk, klontangg…!

Umi nyuci piring sambil agak dibanting-banting.
Suara yang ditimbulkan mewakili arti sebuah kekecewaan, dan kopi Abi terasa asin karena gak sengaja umi keliru masukkan garam.

Lelly Hapsari/Rumah Media

One comment

Comments are closed.