Antara Kau dan Mimpiku

Dua malam ini, aku tidak bisa tidur cepat, biasa tidur setelah isya atau jam 09.00 malam. Kali ini tidur hingga jam 12.00 malam atau malahan baru bisa tidur sekitar jam 01.00 dini hari. Ada saja yang dikerjakan, membuat soal latihan UNBK untuk anak siswaku atau aku menulis cerita tentang kisahku. Kusempatan mencari artikel, sebab-sebab tidak bisa tidur atau istilah lain bernama insomnia.

Menurut artikel dari doktersehat.com yang aku baca bahwa “pada dasarnya penyebab tidak bisa tidur atau insomnia dapat disebabkan oleh pelbagai hal. … Penyebab lain dari susah tidur yaitu depresi, stres berkepanjangan, kecemasan, skizofrenia (gangguan jiwa), hipomania, dan berita buruk atau kegagalan memperoleh sesuatu.”.

Bisa jadi ada salah satu di antaranya yang menyebabkan aku seperti ini. Sepertinya ada kecemasan yang tinggi pada diri. Cemas siswa belum siap UNBK, cemas belum menyelesaikan kisahku. Mungkin lebih tepatnya, cemas yang dibuat sendiri. Tiba-tiba sebelum jam 22.00 wib, ada yang chat lewat whatsApp.
‌”Ibu, sudahlah jangan galau lagi. Kemarin, beberapa hari ini status ibu galau terus.” Ucap salah satu siswaku dalam chat whatsApp “Oh, iya Farhan terima kasih atas perhatiannya.” Jawabku.

“Sekarang, tidurlah biar ibu bisa bermimpi. Bermimpi lagi bertemu seseorang, kalau ibu bertemu seseorang menandakan bahwa ada yang kangen sama ibu.” Jelasnya. “Hah, bisa saja kamu Farhan. Buat ibu GR. Masa sih, yang masuk dalam mimpi kita, dia yang kangen?” Tanyaku. “Iya bu, soalnya saya juga begitu. Saat mimpikan seseorang, eh dia yang dimimpikan kangen sama saya.” Kembali Farhan menjelaskan dengan semangat.

“Farhan, tahu tidak, status status whatsApp ibu itu adalah nyanyian atau lagu. Lalu ibu bermimpi seseorang itu, mungkin secara kebetulan saja orang itu tak sengaja masuk dalam mimpi ibu. Bukan berarti dia kangen sama ibu.” Jelasku kepada Farhan. “Tapi bu, kalau yang saya alami begitu.” Jawab Farhan sedikit ngeyel. “Oh ya sudah, kalau begitu. Semoga malam ini ibu memimpikan dia lagi. mungkin saja kamu benar.” Jawabku

Hingga jam 12.00 malam pun, mata ini tak mampu terpejam. Akhirnya kuingat pesan yang tertera dalam suatu lembar jawaban formatif siswa tertulis “Tuangkanlah rasa yang ada pada diri kita secara positif. Sesuatu yang tidak kita inginkan baiknya ditanggapi dengan positif.” Masih terbayang tulisan itu, entah karena aku menyukai kalimatnya, atau karena banyaknya jawaban yang sama tertulis di lembar jawaban. Artinya mereka bekerja sama dalam menjawab soal. Alias copy paste.

rumahmediagrup/suratmisupriyadi