Antara Waktu dan Komunikasi (Part 1)

Antara Waktu dan Komunikasi (Part 1)

Waktu merupakan unsur penting dalam komunikasi. Karena kita hidup dalam waktu, komunikasi juga pasti terjadi dalam waktu.

Stewart L Tubbs dan Sylvia Moss memasukkan waktu sebagai unsur terakhir dari model komunikasi yang mereka rancang. Arti pentingnya waktu seperti diisyaratkan Frank Dance dalam model komunikasinya yang berbentuk spiral, adalah bahwa perilaku komunikasi kita yang lampau akan mempengaruhi perilaku komunikasi kita masa kini, sebagaimana perilaku komunikasi kita masa kini mempengaruhi komunikasi kita di masa depan.

Menurut Edward T Hall, suatu kendala hubungan antar budaya adalah bahwa setiap budaya memiliki kerangka waktunya sendiri yang ditandai dengan pola-pola yang unik.

Pemaknaan atas waktu memang berbeda-beda dalam budaya dan situasi sosial yang berlainan. Misalnya bawahan lebih sering tepat waktu dibandingkan atasan.

Pengaruh waktu dalam komunikasi juga tampak dalam situasi sebagai berikut:
Bila seorang sering terlambat melakukan tugasnya maka akan dianggap tidak kompeten dalam melakukan tugasnya.

Orang berusia muda, dari kanak-kanak hingga usia 20 tahunan merasakan waktu berjalan lebih lambat daripada orang berusia di atas 40 tahun.

Para pengelola media massa menyadari arti pentingnya waktu bagi keberhasilan acara televisi untuk memperoleh rating tinggi. Acara yang di perkiraan menarik lazimnya akan ditayangkan pada waktu utama (prime time) ketika khalayak berada di rumah. Sedangkan acara yang kurang diminati akan ditayangkan saat jam kantor atau selepas dini hari.

Berbagai Cara Menata Waktu

Lalu bagaimana dengan definisi waktu itu?
Kamus Webster mendefinisikan waktu sebagai suatu rentang yang memungkinkan kejadian-kejadian melaju satu sama lain dari masa lalu melalui masa kini ke masa depan. Albert Einstein mengatakan waktu tidak mempunyai eksistensi yang independen dari tata kejadian yang memungkinkan kita mengukurnya.

Definisi waktu Einstein juga berbeda dengan konsep waktu yang dianut para insinyur mesin yang menekankan ketepatan, misalnya yang dituntut oleh pesawat udara atau mesin mobil untuk mencapai kecepatan tertentu.

Setiap orang sebenarnya menganut sistem waktu bersifat pribadi yang tidak percis sama dengan sistem waktu yang dianut orang lain, bergantung pada faktor fisiologis, suasana hati, lingkungan fisik, situasi sosial dan pekerjaan.

Frederick Erikson dan Jeffrey Schultz membedakan konsep waktu kairos dan chronos (bahasa Yunani). Chronos adalah waktu (jam) sedangkan kairos adalah waktu yang layak (alami) untuk terjadinya sesuatu, misalnya waktu menanam, waktu panen, musim hujan, dll.

Chronos dianut kebanyakan budaya berbasis Eropa, sedangkan kairos dianut kaum Mediterania dan Asia di luar kehidupan bisnis.

Edward T Hall, antropolog dan pakar komunikasi antar budaya yang intens mempelajari waktu yang dianut berbagai budaya, menyebutkan berbagai konsep waktu yang ia modelkan dalam sebuah mandala, yakni suatu model tertua yang lazimnya berbentuk lingkaran, atau segiempat yang sebanding dalam sebuah matriks matematika, yang bertujuan untuk menguraikan hubungan antara berbagai gagasan dengan cara yang komprehensif dan non linier.

rumahmediagrup/emmyherlina