Anugerah Terindah

Gadis manis itu menghambur kepelukanku, diiringi tangis lirihnya. Tak terasa airmataku pun luruh, membasahi pipi. Pertemuan ini merupakan pertemuan terakhir kami.

Syahra, gadis manis salah satu murid di kelasku. Ia anak tunggal. Ayahnya berprofesi sebagai pelayar. Ibunya seorang praktisi kesehatan. Kedua orangtuanya sibuk.

Gadis pendiam ini begitu dekat denganku. Saking dekatnya kadang tanpa disadari ia akan memanggilku dengan ‘ma’. Saat menyadarinya, ia akan tersipu malu dan seketika kata maaf keluar dari bibir mungilnya.

Selepas SD ia ingin melanjutkan sekolah ke sebuah pesantren. Namun orangtuanya sepertinya keberatan. Alasannya karena Syahra merupakan anak mereka satu-satunya.

“Tolong bu guru, bujuk dan nasehati anak saya. Sekolahnya yang biasa aja” begitu ucap ibunya sambil terisak. Tapi sepertinya keinginan Syahra sudah kuat.

Ibunya merasa selama ini terlalu sibuk. Hingga seringkali mengabaikan keberadaan anaknya. Semua keperluan Syahra dipercayakan pada bi Leha.

“Bunda, Syahra anak yang baik hati, mandiri dan pastinya menyayangi kedua orangtuanya. Kita dukung keputusannya dan doakan saja ya, insyaallah ia bisa bertanggung jawab dengan pilihannya,” jelasku.

“Bu, kalo di pesantren aku bisa fokus menghafal AL Quran dan kelak ingin memakaikan mahkota untuk ayah ibu,” ucapnya sambil memainkan pensil. Mulianya cita-citamu, nak.

***

Anak adalah anugerah terindah dari Allah sekaligus amanah dan titipan yang diberikan pada kita. Mendidik, merawat dan menjaganya adalah tugas dari orangtua. Kelak anak dapat menghantarkan kebahagiaan dan keselamatan dunia akhirat bagi orangtuanya.

Sumber foto : Koleksi Pribadi

rumahmediagrup/ She’scafajar

One comment

Comments are closed.