Ada Apa dengan Tahun Baru di Beberapa Belahan Dunia.

Ternyata semua negara memperingati tahun barunya masing-masing, tidak harus dirayakan setiap tanggal 1 Januari saja. Kok bisa? Ya bisa dong, kita simak ya, ternyata Tahun Baru-pun bisa berkeliling bebas ke seluruh antero Dunia.

Semua masyarakat, baik di negara kita sampai negara-negara lain memiliki hal yang cukup unik dalam memeriahkan perayaan acara tahun baru, yang biasanya ramai kembang api dan pesta perayaan tepat di tanggal 1 Januari.

Perayaan atau upacara agung yang digelar sebagai tanda pergantian tahun yang selalu dinanti-nantikan oleh segolongan kaum tertentu itu, memang selalu terdengar meriah.

Namun semua tidak menjadi suatu halangan, bagi yang merasa tidak harus ikut merayakan, agar semua tetap selalu rukun dan damai meski berbeda pendapat dalam hal perayaan Tahun Baru ini.

Mungkin banyak pula yang memiliki beda pendapat, itu bagaimana kemauan masing-masing pribadi, tak perlu berlebihan dalam menyikapi yang kurang disukai sepihak. Lebih baik saling menghormati perbedaan agar semakin tentram bernegara.

Tahun Baru yang di rayakan setiap tanggal 1 Januari itu ternyata dikenalkan oleh Paus Gregory XIII, karena berdasar pada kalender Gregorian.

Dan ternyata banyak juga di beberapa negara yang menggunakan penanggalan berbeda sehingga Tahun Baru-nya pun tidak di peringati setiap tanggal 1 Januari.

1. Negara Arab Saudi, dimana negara yang di pimpin oleh Raja Salman ini pastinya merayakan tahun baru Islam, setiap awal hari pertama di bulan Muharram pada penanggalan tahun baru Hijriah. Dan ini berhubungan dengan ditandainya awal hijrahnya nabi Muhammad SAW dari Mekkah ke Madinah. Perayaan biasanya dengan diadakannya pengajian Akbar (besar), lalu dilanjutkan acara makan bersama keluarga.

2. India. Negara ini mengawali tahun baru dengan perayaan Diwali, yang artinya Festival Cahaya. Perayaan ini adalah perayaan yang dilangsungkan oleh umat Hindu, Sikh dan Jain pada bulan Oktober atau di awal-awal November, dengan pesta besar lima hari berturut-turut. Tahun baru di sini dilakukan dengan cara memberikan segala kegemerlapan cahaya terang di setiap rumah, pesta kembang api, karena berhubungan dengan cerita dahulu kala tentang pertempuran antara Rama melawan iblis Rahwana dengan diakhiri kemenangan Rama. Banyaknya cahaya-cahaya lampu minyak yang menyala di setiap sudut menandakan kemenangan dari pertempuran tersebut.

3. Iran, merayakan Tahun Baru setiap tanggal 21 Maret. Ini menjadi hari teristimewa bagi negara Iran karena berkaitan dengan awal datangnya musim semi, yang dikenal dengan Nowruz, yang Tahun Barunya berdasarkan penanggalan kalender Persia. Dengan kebiasaan unik memakan sup mie Ash-e Reshteh, membeli kue, saling memberi kado bahkan memakai pakaian tradisional terbaru yang harus dikenakannya.

Dan masih banyak pula di negara lainnya, yang merayakan Tahun Baru negara mereka tidak di tanggal 1 Januari.

Dengan melihat perbedaan di setiap negara, maka kitapun bisa paham begitu banyak dan beragam budaya atau kebiasaan yang ternyata banyak dan jarang di ketahui oleh semua lapisan masyarakat di berbagai negara.

Sumber : “Off The Road“, The Fresh Food Magazine. December 2019.

pict : google share