Apa itu Penelitian?

Sumber gambar : http;//www.liputan6.com

Apa itu Penelitian?

Sebenarnya penelitian dapat diartikan sebagai upaya ilmiah untuk menguji beberapa asumsi yang telah diajukan sebelumnya sebagai bagian dari permasalahan. Penelitian itu adalah research. Berasal dari kata re dan search. Artinya mencari dan kembali. Mencari sebuah kenyataan atau fakta.

Pencarian atas kenyataan tersebut harus dilalui melalui metode ilmiah. Pemikiran ilmiah ini memuat beberapa kriteria yakni kritis, analisis, logis, obyektif, konseptual, teoritis, empiris, dan juga sistematis. Prosedural untuk mengetahui sesuatu yang sistematis menjadi cara kerja pemikiran ilmiah. Atau bisa juga disebut sebagai metode ilmiah.

Penelitian sebagai proses dalam pencarian kesimpulan atas beberapa permasalahan. Hal ini didasarkan pada cara pemecahan masalah. Penggunaan langkah-langkah pada perumusan masalah, penyusunan kerangka pikir, pengajuan hipotesis atau pembuktian asumsi, kesimpulan atas temuan-temuan. Kegiatan untuk memperoleh fakta-fakta atau beberapa prinsip-prinsip, yakni menemukan, menguji, atau mengembangkan. Jadi, penelitian dapat dikatakan sebagai kegiatan untuk memperolah fakta melalui proses mengumpulkan, mencatat, dan menganalisa data. Semua dikerjakan secara sistematis berdasarkan ilmu pengetahuan, sehingga dikatakan sebagai metode ilmiah.

Tujuan dari penelitian adalah untuk menemukan fakta, prinsip, produk dari suatu pengetahuan yang sudah ada. Kemudian diuji kebenarannya atas fakta tersebut. Fakta-fakta tersebut dikembangkan dalam pengetahuan. Sehingga penelitian merupakan refleksi dari peningkatan pengetahuan yang diperoleh untuk mendorong atas upaya menjawab pertanyaan. Proses pemecahan masalah itu tidak pernah berhenti.

Proses dalam penelitian yaitu eksplorasi, verifikasi dan pengembangan. Berdasarkan proses ini maka memunculkan berbagai macam bentuk penelitian. Penelitian menurut tujuan dibedakan pada penelitian eksplorasi, penelitian verifikatif, dan pengembangan. Sedangkan penelitian menurut proses dibedakan menjadi penelitian dokumenter dan eksperimen. Penelitian juga dibedakan berdasarkan analisisnya yaitu deskriptif dan analistis. Ada juga yang membedakan berdasarkan tempat, yaitu penelitian laboratorium, penelitian perpustakaan, dan penelitian lapangan. Banyak juga yang membedakan penelitian terapan dan murni. Dan lain sebagainya.

Banyaknya ragam pembeda dalam penelitian, seringkali peneliti menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Masing-masing perbedaan penelitian ini tergantung pada pemilihan metodologi yang tepat. Tergantung juga pada kemampuan peneliti dalam melihat permasalahan yang ada dan ketepatan memilih metode.

Ketepatan pemilihan metodologi dalam penelitian tergantung pada paradigma, jenis sumber data, sampling, metode dan alat pengumpulan data, dan metode analisis data. Namun, tidak hanya secara teknis yang harus dipertimbangkan, yaitu pertimbangan non teknis. Misalnya mengikuti etika penelitian yang memuat norma-norma. Etika penelitian yang terkait dengan norma moral, diantaranya adalah manipulasi data atau informasi, penyalagunaan data, pengakuan data tanpa ijin, publikasi tanpa ijin, tidak merahasiakan hal yang semestinya, tidak menghormati informan atau responden, menjiplak penelitian orang lain, dan tidak menyusun laporan hasil penelitian.  Sehingga seorang peneliti bukan hanya memiliki kompetensi ilmiah tetapi juga harus bermoral.

Penguasaan atas topik penelitian menjadi hal yang harus dimiliki peneliti. Namun obyektivitas jauh lebih penting. Yaitu mampu membedakan apa yang diketahuinya sebagai kebenaran dan atas kebenaran yang diberikan informan atau responden. Sifat jujur dan faktual menjadi sifat yang harus dimiliki peneliti. Karena peneliti harus mampu mengungkapkan kebenaran ilmiah dari tiap empiris yang ia temui.

Kembali pada arti penelitian yang dapat didefinisikan sebagai proses mencari kembali fakta, maka secara otomatis melekat beberapa tuntutan untuk peneliti. Yaitu menjadi peneliti yang mampu mencari fakta, mengungkapkan dengan jujur, menyajikan dengan terbuka, dan profesional. Penelitian yang dimaknai menghasilkan kebenaran ilmiah, maka di dalam proses pencarian kebenaran tersebut harus memuat cara metodologi yang tepat. Demikian ini menuntut seorang peneliti yang kritis dan juga mampu memahami pendekatan metode yang ia gunakan secara tepat.

Kesediaan uji kebenaran atas temuan hasil penelitian harus dilakukan. Pengujian tersebut membuat ruang terbuka pada kritikan atas temuan hasil penelitian yang selama ini ada. Bahkan mengarah pada upaya pengembangan sebuah temuan. Jadi kesimpulan pada hasil penelitian belum berarti memuat kebenaran penelitian. Tidak semua hasil penelitian terdapat kebenaran yang hakiki. Tidak semua orang bisa menjadi peneliti yang sejati.  Mengapa? Jawabannya ada pada proses dan peneliti itu sendiri.

Semoga bermanfaat

rumahmediagrup/Anita Kristina