April Fool

April Fool

“Yah, ke mal yuk.”
“Ha? Mau ngapain?”
“Pingin makan Laksa.”
“Kaki bengkak begitu.”
“Enggak apa-apa lah. Kuat, kok. Semoga enggak brojol di MRT.”

“Ma, aku mau ke rumah sakit. Kayaknya udah waktunya nih.”
“Hah? Terus Mama gimana? Kan mau nungguin kamu lahiran, Nak. Masak 3 cucu semua mama enggak nungguin sama sekali?”
“Gpp Ma. Sudah terlanjur beli tiket tanggal 10, datang saja nanti ya.”

“Reyn sudah melahirkan, ya.”
“Is it April Fool prank?”

Sembilan tahun yang lalu, saya meringis menahan sakit sepulang dari makan laksa di sebuah mal dan menjemput 2 putri kecil dari sekolah. Braxton hicks yang saya rasa dari pagi, tidak menghentikan keinginan untuk turun naik MRT mencari semangkuk laksa panas. Bengkaknya kaki yang saya alami waktu itu, tidak juga menghalangi.

Dasar Ndableg!

Doa saya dalam hati hanya, “Please, Nak. Jangan lahir di dalam MRT ya. Nanti Bunda masuk TV lokal dalam keadaan meringis.”

Sesampainya di rumah, saya bergerak cepat mempersiapkan emergency bag yang memang sudah saya siapkan sejak usia kandungan 7 bulan. Kemudian memberikan 2 putri saya makan siang, dan menyiapkan segala keperluan mereka untuk 3 hari ke depan. Saya juga menyempatkan diri untuk membersihkan rumah, menyapu, dan mengepel lantai. Rajin, kan?

Padahal ketika itu berdiri pun saya sudah tidak sanggup karena sakit yang mulai tak tertahan. Setelah suami saya pulang ke rumah dan bantuan datang dari kakak ipar untuk menjaga anak-anak, kami bergegas menuju rumah sakit terdekat.

Syed Rayyan Alresyah pun lahir. Tepat di awal April, hingga sempat dikira lelucon garing.

Sakit yang luar biasa karena sang bayi berukuran besar pun sirna. Bayi itu berusia SEMBILAN hari ini.

Semoga selalu sehat, baik hati, dan penuh cinta pada sekitar ya, Bayi April Fool ku.

Jadi, sekarang semua tahu kan kenapa dia lucu dan cenderung tengil? Hahaha!

Much Love,

rumahmediagrup/rereynilda