Let’s Go Om Jo…

Katanya kalau suami mau nganter istri jalan-jalan plus memberi kebahagiaan, maka rejekinya ngalir deras loh.

Tapi kenapa juga banyak yang enggan menemani istri hanya untuk sekedar jalan-jalan ya?.

Padahal biasanya mereka hanya ingin mendapat hiburan bersama suami tanpa harus memaksakan untuk mengeluarkan isi kantong yang berlebihan. Serius loh ini, kenapa coba? Karena nggak ada rasa peka di hatinya! Eaaaaa…

Udah ah, sebaiknya kita simak sedikit cerita dulu. Kali ini masih tentang tema liburan, meski sebetulnya habisnya masa waktu liburan kemarin mengharuskan kita kembali rutin menjalani aktifitas seperti biasanya.

Tak segera sadar juga, Mpok Mena bersiap-siap ingin diajak Mas Beno untuk bisa mengantarnya jalan-jalan. Padahal ini hari jum’at, dan mungkin bisa jadi Mpok Mena tak menyadarinya.

Beno yang dari tadi bingung mencari cara agar ajakan istrinya kali ini gagal dilaksanakan, akhirnya mendapatkan ide cemerlang yang benar-benar membuat Beno sedikin kegirangan.

“Bu, ini kan hari Jum’at lah, nggak seharusnya kita keluar jalan-jalan. Nanti aku terlambat mau jum’atan“, penuh harap istrinya itu ikut mengiyakan.

“Mas gimana sih!, Aku ini udah mendandani diri dari tadi, moso iya harus ganti dasteran lagi? Mas tega?”

Seloroh Mena agak bernada tinggi karena mulai kesal dengan sikap suaminya itu.

Tetapi ada benarnya juga, masa iya Mas Beno tega nyakitin perasaan istrinya yang mau dianter buat jalan-jalan ke taman kota. Mana dandan lama lagi, meski tetap gitu-gitu aja penampilan wajahnya.

“Yo wis, tapi ora usah lama-lama ya, Mas Beno kan laki-laki, masa nggak ikut ke-Masjid, malu lah di kira perempuan suruh di kasih mukena”.

“Hehehe.. iya iya” jawab Mena sambil kembali semangat berdandan.

Padahal untuk bisa berdandan saja seorang istri memerlukan biasa perawatan yang memang harus rutin jika ingin penampilan kerangka wajah luarnya terlihat cantik.

Tapi tetap saja, untuk perempuan semisal Mena, yang memang jarang berdandan, memberi keleluasaan pada suaminya.

Tetapi itu sangat disayangkan, karena bukankah seorang istri pun harus terlihat cantik di mata suami tanpa harus sama-sama menggunakan make-up bermerk.

Cukup seadanya saja, membuat penampilan yang diajak jalan-jalan jauh dari kata “kucel”. Akan memberikan sedikit rasa senang bagi suami.

Saking lamanya berdandan, Beno tidak kuat menahan rasa kantuknya, dan tiba-tiba mendengkurlah dia di bantal kursi sofa ruang tamu yang masih rapi di ujung dekat jendela ruang tengah. Tanda lezatnya jiwa yang terlelap sangat.

Tak ikut meneruskan kesal, Mena akhirnya hanya bisa memandangi wajah suaminya yang tampak lusuh tak memiliki cerah.

Rupanya kantuk itu yang memberinya hak untuk tidur kejadian juga. Mena-pun mengalah tak bisa berbuat apa-apa.

Kesal dengan sikap suaminya yang memperlakukan seenak hatinya saja, Mena akhirnya bergegas menemui tetangganya yang dulunya sama-sama pekerja di sebuah super market di kota Bandung.

Setengah jam kemudian Mena kembali ke rumah, sontak kaget begitu pintu ruang depan di buka, suaminya terbangun tiba-tiba. Sambil sedikit agak geram, berbicara ke arah Mena.

“Bagus ya, pergi tidak bilang-bilang, mana mas Jo?” dengan sedikit masih mengantuk Beno meracau.

“Kamu kenapa sih Mas? Bukannya kamu tadi tertidur sementara aku dandan?, Kita nggak jadi jalan-jalan!”

Hampir berteriak Mena menjelaskan. Lalu pergi ke dapur untuk memasak makan siang hari itu.

Setelah semua situasi mendingin, akhirnya Mas Beno cerita di meja makan. Kalau ternyata tadi dia bermimpi istrinya di ajak jalan-jalan orang lain. Dengan mesra kamu berkata “Let’s go om Jo…”

“Bagaimana aku tidak marah! Kamu jalan-jalan dengan om Jo.”

“Nah loh,, makanya kalau istri minta sesuatu itu, segera laksanakan”, jawaban Mena ada benarnya juga. Membuat Beno berpikir keras.

Beno merasa bersalah tidak mengabulkan permintaan Mena yang jelas-jelas menjadi tanggungjawabnya sebagai suami.

Memberi bahagia itu mudah, ajak selalu istrimu tersenyum mengisi kehidupan. Tidak akan ada sedikitpun rugi bagimu, malah akan mendapat balasan terdahsyat dari Rabb mu.

Foto : dokumentasi pribadi.