Ayo, Tunjukkan Cinta Terhadap Buah Hati dengan Pelukan!

“Duh, gemas banget melihat baby itu. Jadi pengen memeluknya!” Pernah mendengar celetukan seperti itu? Pasti sering ya. Kebanyakan, kita ingin memeluk   anak hanya pada usia  balita saja. Dan umumnya anak usia balita memang masih suka dipeluk sedangkan anak usia SD ke atas sudah mempunyai keinginan sendiri sehingga gampang-gampang susah untuk dipeluk.

Ada beberapa alasan mengapa anak sudah tidak mau dipeluk, antara lain karena malu dilihat temannya, merasa aneh karena bukan sebuah kebiasaan di keluarganya,  yuk cek lagi apakah ada hal yang membuat anak kurang nyaman dengan pelukan kita misalnya bau badan yang tidak disukai anak. Nah, kan kalau alasannya karena yang terakhir bisa jadi anak mengalami gangguan sehingga menyebabkan anak memiliki level sensitivitas yang sangat tinggi atau rendah terhadap suara, aroma, rasa, sentuhan, cahaya, dan kesulitan menempatkan posisi tubuh di suatu ruangan. Perlu diperiksa ya, Bun!

Manfaat pelukan pada anak antara lain: membuat suasana hati anak nyaman dan tenang, mengurangi perasaan cemas dan stress, menjaga kesehatan jantung, meningkatkan daya tahan tubuh, menambah ikatan antara ibu dan anak, merasa dicintai dan didukung.

Bagaimana memeluk terhadap anak remaja? Tetap lakukan sentuhan fisik tetapi menghindari area aurat ya Bun. Sentuhlah pada punggung, bahu, pundak memberikan rasa rileks pada anak. Dan selalu tanyakan pada anak apakah boleh menyentuhnya? Dan ucapkan maaf jika ternyata pelukan kita justru malah menyulut emosinya.

Komunikasikan hal sekecil apapun terhadapa anak usia remaja. Tujuannya agar anak merasa nyaman dan jalinan atau bonding dengan anak makin kuat.

Ada waktu-aktu tertentu anak membutuhkan pelukan ornag tuanya. Biasanya pada saat bangun tidur, saat berangkat dan setelah sekolah saat orang tua pulang kerja, saat beraktifitas bersama, sebelum tidur, saat senang atau sedih, saat anak melalui momen special, saat orang tua pergi.

Menurut Melly Puspita, Psi bahwasannya anak-anak harus sering mendapat pelukan dan ciuman kurang lebih 8 kali dalam sehari. Manfaat pelukan antara lain mampu menyejukkan atau menenangkan hati anak ketika sedang tidak stabil. Rasulullah juga mencontohkan untuk senantiasa mencium dan memeluk anak sebagai bukti kecintaan kita terhadap anak. Menurut Abu Hurairah “Rasulullah mencium Hasan bin Ali Radhiyallahu Anhu dan di dekat beliau ada Al Aqro At TAmimi yang berkata bahwa mempunyai sepuluh orang anak tetapi tidak mencium satupun diantara mereka”

            Beberapa hal sederhana yang bisa dilakukan orang tua terutama bagi ayah adalah mengoptimalkan empat bagian yang harus sering dicium yaitu ubun-ubun, bagian ini merupakan bagian otak (Pre Frontal Cortex) untuk mengendalikan atau memutuskan sesuatu itu benar atau salah. Menurut ahli parenting Hepi Andi Bastoni, bagian kedua yang harus sering dicium yaitu dahi anak, sambil kita mengatakan “Mama/ayah bangga/sayang pada …. (sebut nama)”

Kemudian bagian ketiga yaitu pipi. Bagian yang harus sering dicium juga yaitu punggung tangan, ini merupakan bentuk apresiasi dan penghargaan

Keempat, punggung tangan. Ini tanda bahwa ayah menghargai anak. Menurtu Ibnu Bathal bahwa “Orang tua diperbolehkan mncium anak-anak kecil di bagian anggota tubuhnya yang manapun dan juga untuk anak yang telah besar selama bukan pada auratnya.”

            Nah, sudah siapkah untuk senantiasa memberikan pelukan dan ciuman hangat kepada anak-anak kita?

rumediagrup/nurfitriagustin