Bagaimana Meluapkan Rindu di Masa Corona

Bagaimana Meluapkan Rindu di Masa Corona

Udara pagi itu tidak begitu dingin. Semilirnya yang sejuk menembus pori-pori dengan lembutnya. Kutengadahkan kepala memandang langit putih yang sebagian kelabu. Hatiku berdesir pelan menikmati keindahan yang terbentang di depanku. Suasana tenang yang tak punya bandingan. Kulirik jam tanganku yang menunjukkan pukul tiga dini hari. Pantas saja payung-payung raksasa ini masih tertutup. Gemerlap lampu yang berkilauan menambah keindahan kota pujaan umat Islam. Madinah yang selalu dirindukan٫ karena disitulah jasad baginda Rasullah dimakamkan.

Langkahku berjalan lebih cepat mengimbangi langkah kaki para rombongan. Beberapa nomor pagar sudah kami lewati. Tampak toko-toko di sekitar masjid nabawi masih banyak yang tertutup. Langkah kaki kami mantap berjalan menuju arah pintu nomor 25٫ dimana itu adalah pintu menuju arah Raudhah asy Syarifah٫ tempat bersemayamnya jasad Rasulullah tercinta. Kami sengaja memilih untuk salat subuh di pintu 25 karena setelah salat kami akan langsung ke Raudhah untuk berdoa dan mengungkapka rindu kepada Rasulullah.

Aku tersenyum mengingat kenangan indah itu. Saat-saat terindah waktu aku berziarah ke makam Rasulullah dan mengungakapkan semua kerinduanku. Kubayangkan masjid Nabawi yang selalu ramai dengan peziarah kini menjadi lengang karena ada larangan melakukan ibadah umrah dan berziarah ke kota Madinah karena ada wabah virus corona atau covid 19.

Dengan cara inilah Allah menyadarkan manusia bahwa uang bukanlah penentu segalanya. Di masa mewabahnya pandemi virus corona seperti ini٫ banyak orang menjadi sadar betapa meskipun memiliki uang banyak tetapi tidak bisa menjamin untuk bisa berbuat banyak hal. Mereka yang biasanya bolak balik berumrah untuk beribadah dan berziarah ke kota Madinah untuk meluapkan kerinduan kepada Rasulullah٫ sekarang harus menerima kenyataan untuk memendam rindu itu.

Lantas apakah yang bisa kita lakukan untuk meluapkan rindu kita kepada Rasulullah di masa pandemi virus corona seperti sekarang ini? Jawabannya adalah senantiasa bershalawat kepada Rasulullah. Ada baiknya memiliki bacaan rutin shalawat yang selalu dibaca dengan jumlah tertentu setiap hari. Kita bisa membacanya per hari seribu shalawat misalnya٫ tergantung kemauan dan keikhlasan kita. Jikalau Allah dan para malaikat saja senantiasa bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW٫ kenapa kita harus berat untuk meluapakan kerinduan dengan cara yang sama?

Rumahmediagrup/muslimatulfaiqoh

One comment

Comments are closed.