Bagaimana seharusnya seorang pustakawan memberikan pelayanan prima terhadap pemustakanya

Sebagai seorang pustakawan kita harus bisa memberikan pelayanan prima kepada pemustaka.

Di sinilah poin penting diluar pengolahan bahan pustaka atau koleksi yang ada tersedia di perpustakaan.

Hampir sama dengan para pedagang, yang harus selalu konsisten dalam pelayanan ramah dan menarik agar jualannya bisa laku di pasaran.

Menjadi seorang pustakawan atau pustakawati itu bukanlah sebuah pilihan, bagaimana kita dilatih untuk lebih bijak dan mempelajari karakter setiap orang yang datang sebagai pemustaka.

Bisa kita bayangkan ketika di jaman lampau seorang pustakawan itu memiliki sikap yang sangat dingin, acuh dan cuek, sangat tidak diminati dari sisi pekerjaannya.

Namun jangan salah di beberapa negara justru profesi ini hampir menyerupai pegawai bank, bahkan dokter sekalipun.

Nah banyak juga yang mengira kalau menjadi petugas perpustakaan itu hanyalah seseorang yang bertugas menjaga buku, padahal tidaklah demikian bagi yang sudah memiliki paham.

Dari sisi sikap kitapun bisa membedakan, mana seorang pustakawan yang benar-benar memberikan apresiasi dalam pekerjaannya, mana yang hanya semaunya.

Saya sekedar ingin memberi sedikit tips agar pustakawan berhasil merengkuh para pelanggan atau pemustakanya agar betah berlama-lama di perpustakaan.

○Bersikaplah yang baik dalam pelayanan sehari-hari terhadap pemustaka. Selalu junjung slogan tamu adalah raja. So, apapun yang mereka minta atau cari informasinya di perpustakaan, sebisanya kita memberikan jawaban memuaskan. Yang mereka harapkan.

○Berusahalah untuk selalu senang memperlihatkan senyuman, tanda semangat yang tiada henti dalam memberikan pelayanan kepada para pemustaka.

○Bisa saling sharing informasi yang mereka cari.

○Pemahaman menguasai keadaan yang tentu dibutuhkan pemustaka, saat ramainya pemustaka berkunjung.

○Selalu memberi support dan hadiah sekedarnya kepada pemustaka yang rajin datang dan menggunakan koleksi sebagai bahan referensi yang dibutuhkan.

○Terjalin ikatan yang sangat baik antara pustakawan dengan pemustaka, sehingga timbul rasa kekeluargaan dan pengertian bersama.

○Selalu ingatkan kepada pemustaka apa saja yang diperlukan untuk bisa membantu yang mereka perlukan dalam hal pencarian referensi yang mereka inginkan.

○Khusus untuk pengadaan koleksi, petugas perpustakaanpun wajib menanyakan koleksi apa saja yang sekiranya di perlukan untuk menambah wawasan yang mereka butuhkan, selama dana memadai untuk pengadaan bahan pustaka tentunya.

Jadi, selalu memberikan pelayanan prima adalah salah satu cara dan upaya agar pemustaka memberikan timbal balik yang menyenangkan pula bagi kita selaku petugas perpustakaan.

Tentu sangat dibutuhkan keluwesan rasa dan bahasa yang disampaikan, agar sentiasa memberikan pemahaman kepada pemustaka, apapun bisa di cari informasinya di perpustakaan.

Foto : dokumentasi pribadi